Breaking News:

Berita Belitung

Pedagang Tanjungpendam Keluhkan Pendapatan Terpuruk Adanya Pemberlakuan PPKM

Ditutupnya objek wisata Tanjungpendam selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berimbas pada pedagang di kawasan tersebut

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Khamelia
posbelitung.co
Suasana Rakor Forkopimda soal PPKM Mikro, Jumat (9/7/2021) di Ruang Kantor Bupati. (Posbelitung.co/BryanBimantoro) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Ditutupnya objek wisata Tanjungpendam selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berimbas pada pedagang di kawasan tersebut. Seperti disampaikan Perwakilan Pedagang Tanjungpendam Dicky Alfitri, Jumat (9/7/2021).

"Kami sebagai pedagang yang pendapatannya tidak jelas, sangat terpuruk dengan adanya aturan PPKM ini. Terutama di kawasan wisata Tanjungpendam dengan adanya kebijakan tutup full," katanya.

Menurutnya, tak bisa dipungkiri para pedagang merugi dan karyawan kehilangan penghasilan. Sementara itu, juga tak pernah ada keringanan bagi penyewa kios meski kondisi tidak operasional seperti sekarang.

Ia berharap ada aturan khusus yang dibuat bagi para pedagang di area Tanjungpandan agar tetap bisa berjualan. Misalnya pemberian batas waktu berjualan.

"Juga meniadakan sewa kios selama dua tahun minimal. Karena pedagang di Tanjungpendam adalah UKM yang harus dibina dan diperhatikan," imbuh dia.

"Harapannya juga diberikan kemudahan akses perbankan agar mendapatkan modal usaha dengan bunga kecil tanpa agunan dan syarat mudah," tutur Dicky.

(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved