Virus Corona di Bangka Belitung

Sejak Ada PPKM Mikro, Omzet Pedagang di Kawasan Gedung Nasional Menurun Drastis  

Para pedagang di Gedung Nasional Tanjungpandan, Belitung hanya memiliki waktu 4 hingga 6 jam untuk berjualan.

Penulis: Suharli | Editor: Fery Laskari
posbelitung.co
Hamsori penjual sosis dan minuman ringan di Gedung Nasional, Tanjungpandan, Sabtu (10/7/2021). (Posbelitung.co/Suharli) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Para pedagang di Gedung Nasional Tanjungpandan, Belitung hanya memiliki waktu 4 hingga 6 jam untuk berjualan.

Sejak adanya batasan waktu Pukul 20.00 WIB dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro intensif berdampak pada menurunannya pendapatan mereka.

"Kebijakan dari dinas terkait memang jam bukanya memang dimajukan satu jam dari hari biasanya. Biasanya kami buka pukul 15.00 WIB, tapi adanya PPKM dimajukan pada Pukul 14.00 WIB," ujar Hamsori (49), penjual sosis dan minuman ringan kepada Posbelitung.co, Sabtu (10/7/2021).

Hamsori mengaku berjualan di Area Gedung Nasional adalah mata pencarian utamanya selama tiga tahun terakhir, karena dia tidak memiliki pekerjaan lain.

Sejak dimulai PPKM Mikro, penghasilannya turun, kini hanya dapat 30 persen dibanding sebelumnya.

Sebab para pembeli umumnya mulai berdatangan pada malam hari, sekitar Pukul 19.00 WIB.

"Karena kan yang belanja banyaknya waktu malam, kalau sore sedikit pembelinya," ujarnya.

Bahkan dia mengaku kemarin dagangannya terpaksa harus dikonsumsi sendiri karena tidak laku.

"Karena barang-barang kayak gini kan cepat basi, dari pada dibuang, ya dimakan sendiri, mudah-mudahan si nambah jam bukanya hingga Pukul 22.00 WIB, karenakan jualannya baru dari sore," ujarnya.

Dia menyebutkan, karena aturan sudah diberlakukan, para pedagang pun harus mengikuti anturan sudah ada.
"Kami juga paham ini bukan untuk kepentingan pribadi, tapi untuk kepentingan bersama, mau tidak mau kami harus ikut aturan, karena kami paham aturan ini tidak sepihak juga," ujarnya.

Pengusaha lainnya, Siti (44) mengatakan, menurunnya omzet cukup terasa baginya, karena adanya batasan waktu sehingga mereka juga harus membatasi jam berdagang.

"Kalau kami buka Pukul 16.00 WIB, jam 8 malam harus tutup, sementara Pukul 20.00 WIB itu kan waktunya paling banyak yang belanja di Area Gedung Nasional," ujarnya.

Siti berharap, agar adanya jam tambahan untuk berjualan. Kalaupun pun pembeli harus dilayani melalui cara dibukungkus dan dibawa pulang agar tidak terjadi kerumunan massa. ( Posbelitung.co/Suharli)

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved