Breaking News:

Virus Corona

Dokter Lois Tak Percaya Covid-19 Diancam 10 Tahun Penjara, Mengakui Salah Tak Ditahan Polisi

Kepada polisi dokter Lois, ia mengakui bahwa perbuatannya tidak dapat dibenarkan secara kode etik profesi kedokteran

Editor: Hendra
Tribunnews.com/Reza Deni
Dokter Lois Owien keluar dari ruang penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Senin (12/7/2021) pukul 18.58 WIB. 

POSBELITUNG.CO, JAKARTA - Setelah menjalani pemeriksaan intensif oleh pihak kepolsian dokter Lois Owien yang terancam 10 tahun penjara tak ditahan polisi.

Ia mengakui kesalahannya atas sejumlah opini mengenai Covid-19.

Sebelumnya dokter Lois Owien membuat pernyataan kontroversial bahwa dirinya tak percaya dengan covid-19.

Bahkan ia menyebutkan pasien yang meninggal dunia karena interaksi obat yang berlebihan.

Dari hasil pemeriksaan Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Pol Slamet Uliandi menerangkan terduga pelaku memberikan sejumlah klarifikasi atas pernyataannya selaku dokter atas fenomena pandemi Covid-19.

Baca juga: Sosok Dokter Lois Owien Tak Percaya Covid-19, Identintasnya Dibongkar dr Tirta Kini Ditangkap Polisi

"Segala opini terduga yang terkait Covid, diakuinya merupakan opini pribadi yang tidak berlandaskan riset. Ada asumsi yang ia bangun, seperti kematian karena Covid disebabkan interaksi obat yang digunakan dalam penanganan pasien. Kemudian, opini terduga terkait tidak percaya Covid, sama sekali tidak memiliki landasan hukum. Pokok opini berikutnya, penggunaan alat tes PCR dan swab antigen sebagai alat pendeteksi Covid yang terduga katakan sebagai hal yang tidak relevan, juga merupakan asumsi yang tidak berlandaskan riset," kata Slamet dalam keterangannya, Selasa (13/7/2021).

Slamet menuturkan, Dokter Lois mengakui opini yang dipublikasikan di media sosial (medsos) membutuhkan penjelasan medis.

Namun, hal itu justru bias karena di media sosial hanyalah debat kusir yang tidak ada ujungnya.

"Setelah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik, kami dapatkan kesimpulan bahwa yang bersangkutan, tidak akan mengulangi perbuatannya dan tidak akan menghilangkan barang bukti mengingat seluruh barang bukti sudah kami miliki," ungkap Slamet.

Pernyataan terduga selaku orang yang memiliki gelar dan profesi dokter yang tidak memiliki pembenaran secara otoritas kedokteran.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved