Breaking News:

Profesi Coding di Indonesia Masih Minim, Karier Menjanjikan Gajinya Fantastis

Di tengah kencangnya adopsi digital di Tanah Air saat ini yang diakselerasi oleh penggunaan telepon seluler dan pandemi, Indonesia dinilai masih

Penulis: tidakada008 | Editor: Jaryanto

POSBELITUNG.CO - Indonesia dinilai masih menghadapi ketimpangan sumber daya manusia (SDM) mumpuni di sektor digital.

Padahal saat ini adopsi digital di Tanah Air yang diakselerasi oleh penggunaan telepon seluler dan pandemi cukup kencang. 

Hasil penelitian ManpowerGroup menyebutkan, ketimpangan SDM global, termasuk Indonesia, telah meningkat dua kali lipat dalam satu dekade terakhir.

Baca juga: Video - Istri Buka Amplop Gaji Suami Hasil Mengajar Satu Bulan Cuma Rp 144.000,-

Lebih dari separuh pelaku bisnis global yang disurvei menyatakan adanya kekurangan keterampilan.

Dalam survei ini ditemukan, lebih dari separuh perusahaan di Indonesia kesulitan menarik dan mempekerjakan kandidat yang tepat untuk membantu mereka mengembangkan bisnisnya.

Meski faktanya, Indonesia memiliki jumlah angkatan kerja produktif sekitar 2 juta orang setiap tahunnya yang memasuki pasar.

Khusus di sektor teknologi yang berkembang pesat, menurut Kemendikbudristek, Indonesia kekurangan 9 juta pekerja teknologi hingga tahun 2030 mendatang, yang artinya Indonesia memerlukan sekitar 600.000 SDM digital yang memasuki pasar setiap tahunnya.

Baca juga: KPPN Tanjungpandan Tuntaskan Pencairan Gaji 13 ASN Pusat Senilai Rp 5,97 Miliar

Jika dibedah lagi, Indonesia juga masih kekurangan SDM dengan keterampilan coding baik itu programner, desian grafis, ahli bahasa dan profesi lain terkait keterampilan coding.

Sebagai informasi, untuk mendukung 1.000 startup di Indonesia, maka sekurangnya dibutuhkan sekitar 100.000 programmer.

Di negara-negara tetangga bahkan kegiatan belajar coding sudah dilakukan di sekolah formal. Misalnya di Singapura, yang mulai menjadikan coding sebagai kurikulum wajib bagi siswa sekolah dasar (SD).

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved