Breaking News:

Berita Belitung Timur

Soal Salat Idul Adha dan Penyembelihan Kurban, Begini Penjelasan Kemenag Belitung Timur  

Kementerian Agama Belitung Timur memutuskan pelaksanaan salat Iduladha 1442 H dan pemotongan hewan kurban tetap dilaksanakan tahun ini. Keputusan ters

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: Fery Laskari
posbelitung.co
Kepala Seksi Bina Masyarakat Kemenag Belitung Timur Anwari di kantornya, Rabu (14/7/2021). (Posbelitung.co/BryanBimantoro) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Kementerian Agama Belitung Timur memutuskan pelaksanaan Salat Idul Adha 1442 H dan pemotongan hewan kurban tetap dilaksanakan tahun ini. Keputusan tersebut merujuk pada Surat Edaran Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 16 tahun 2021.

Kepala Seksi Bina Masyarakat Kemenag Belitung Timur Anwari mengatakan walaupun diperbolehkan harus tetap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat.

"Pelaksanaan lebaran kurban bisa dilaksanakan di masjid, lapangan, atau tempat lainnya dengan pengawasan ketat prokes selama masih dalam zona oranye, kuning, bahkan hijau. Kecuali di zona merah, baru dilarang," kata Anwari ditemui di kantornya, Rabu (14/7/2021).

Anwari menambahkan memang untuk menentukan zona harus mengacu pada satgas setempat. Namun katanya masih ada kebingungan karena sebaran risiko di provinsi, kabupaten, bahkan kecamatan tidak ada yang sama.

"Masyarakat itu agak bingung terkait zona. Kita Babel secara keseluruhan oranye sementara di Beltim, kabupaten dan kecamatan beda-beda," ujar Anwari.

Namun demikian dari rilis data pusat mengeluarkan daftar 129 daerah yang berisiko tinggi dan menerapkan PPKM darurat. Dari tujuh kabupaten/kota di Babel, ada empat daerah zona merah yaitu Bangka, Bangka Barat, Pangkalpinang, dan Belitung. Sedangkan Belitung Timur, Bangka Selatan, dan Bangka Tengah merupakan zona oranye.

"Walaupun kita masih oranye, prokes harus benar-benar ketat dilaksanakan, baik petugas, jamaah, dan panitia kurban. Karena tradisi kita, kurban itu sakral sepertinya. Seluruh masyarakat animonya tinggi untuk menyaksikan kegiatan penyembelihan hewan kurban," tambah Anwari.

Terkait takbiran keliling pihaknya memang melarang penuh karena hal tersebur akan mengundang keramaian. Untuk takbiran di dalam masjid ia mengatakan masih diperbolehkan asalkan hanya memenuhi maksimal 10 persen kapasitas masjidnya.

Bagaimanapun, dia mengimbau kepada masyarakat agar tetap mengutamakan kesehatan diri. Dia mengatakan salat Iduladha hukumnya sunnah sehingga bisa dilaksanakan di rumah

"Asalkan dengan catatan mengetahui dan mengetahui syarat rukun pelaksanaannya. Inikan hukumnya sunnah, boleh sendiri di rumah atau berjamaah. Lebih aman di rumah justru," ujar Anwari.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Belitung Timur Novarianto mengimbau masyarakat mengikuti aturan protokol kesehatan pada saat pelaksanaan salat Iduladha dan penyembelihan kurban. 

"Memerhatikan prokes secara ketat. Minimal kalau 5 M tidak terpenuhi, 3 M lah paling tidak. Intinya setiap kegiatan ibadah betul-betul memperhatikan prokes secara ketat. Ada edaran Menteri Agama nomor 16 tahun 2021 dan kita harus memperhatikan surat edaran Bupati Beltim terkait PPKM Mikro yang telah diberlakukan," pesan Novarianto. (Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved