Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Bayi Meninggal Dunia, Orang Tua Bantah Terpapar Covid-19, Begini Penjelasannya

Orang tua bayi, ALF yang meninggal dunia diduga terpapar Covid-19 di Kabupaten Belitung, membantah buah hati mereka terpapar Virus Corona. 

Penulis: Disa Aryandi | Editor: Fery Laskari
Bangkapos.com/Darwinsyah
Ilustrasi pemakaman pasien positif covid-19 sesuai standar protokol kesehatan. Satu orang meninggal dunia setelah terpapar covid-19 di Kabupaten Belitung, Rabu (24/2/2021). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Orang tua bayi, ALF yang meninggal dunia diduga terpapar Covid-19 di Kabupaten Belitung, membantah buah hati mereka terpapar Virus Corona. 

Buah hati pasangan Haryadi dan Mardiana itu meninggal dunia pada usia satu bulan 21 hari. Pasangan ini menyakini bahwa ALF meninggal dunia bukan karena terpapar Covid-19.

Tetapi bayi tersebut meninggal dunia karena diawali persoalan alergi susu.

"Tapi anak aku itu, kalau masalah Covid-19 tidak akan masuk akal, karena anak aku tidak pernah kemana - mana, keluar rumah saja tidak. Hasil swab aku saja negatif, jadi tertular dari mana," kata Mardiana di sambung oleh Haryadi kepada Posbelitung.co, Kamis (14/7/2021).

Ia mengatakan, buah hatinya tersebut kali pertama mengalami alergi susu, dan berujung pada buang air besar secara tidak normal. Namun apabila ALF disebut ada kelainan pada perut, orang tua dari bayi tersebut masih menerima.

"Karena perut anak aku itu agak terik kalau aku lihat. Kalau karena Covid-19 itu aku tidak pernah, karena anak aku tidak pernah kemana - mana," ujar Haryadi.

Menurut dia, ALF ini sempat menjalani pemeriksaan di rumah sakit swasta di Tanjungpandan, Belitung. Namun saran dari dokter menangani bayi tersebut, harus di rujuk ke RSUD H Marsidi Judono Belitung.

Saran rujukan ALF itu, setelah bayi tersebut dilakukan swab antigen, dengan hasil positif terpapar covid-19. Namun saat itu, Mardiana dan Haryadi, sempat membantah bahwa anak nya tersebut tidak terpapar covid-19 kepada petugas.

Bantahan tersebut sertai dengan penjelasan  bahwa ALF hanya mengalami buang air besar (BAB) tidak normal.

"Aku sempat bilang, anak aku ini berak - berak, kenapa diswab. Ya karena dokter rumah sakit (rumah sakit swasta) yang menangani anak aku ini tau seperti itu, jadi menyarankan untuk dirujuk ke RSUD, jadi kami mengikuti lah saran itu. Kami masuk di RSUD itu sekitar jam 4 sore kemarin (Rabu -red)," ceritanya.

Selama di RSUD H Marsidi Judono Belitung terus mendampingi ALF. Ia pun kembali menyanggal bahwa anaknya tersebut tidak terpapar Covid-19, hingga akhirnya ALF dirawat di ruang isolasi.

Saat ALF dibawa ke ruang isolasi, orang tua ALF tidak diperbolehkan masuk ke ruangan, dan ketika itu, Mardiana memberi penjelasan kepada perawat, siapa yang akan merawat ALF selama 24 jam.

"Di situ aku tegas, terus dijawab perawat, ya resiko kalau terkena Covid-19 seperti itu, sampai aku menangis di situ. Ya selama di rumah sakit aku lah yang merawat, dan aku negatif," tegasnya. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved