Breaking News:

Berita Belitung

Masih PPKM, Begini Kebijakan Pemkab Belitung Terkait Pelaksanaan Idul Adha 1442 H

Perayaan Iduladha 1442 H/2021 atau hari raya kurban ditetapkan pada Selasa (20/7/2021). Dimasa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikr

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Khamelia
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Pelaksanaan rapat terkait pelaksanaan Idu Adha 2021 di ruang rapat Pemkab Belitung, Kamis (15/7/2021). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG  - Perayaan Iduladha 1442 H/2021 atau hari raya kurban ditetapkan pada Selasa (20/7/2021). Dimasa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung menggelar rapat terkait pelaksanaan Iduladha.

Rapat itu digelar bersama pihak terkait seperti Kementerian Agama (Kemenag) Belitung, MUI Belitung, DMI Belitung, PBNU Belitung, dan Pemuda Muhammadiyah.

Ditemui seusai rapat, Sekretaris Daerah Kabupaten Belitung H MZ Hendra Caya mengatakan dengan berbagai pertimbangan, telah disepakati bahwa pelaksanaan Iduadha masih memungkinkan untuk dilakukan.

"Masih memungkinkan sampai hari ini, tapi akan kami lihat karena Iduladha ini 20 Juli. Memungkinkan dengan protokol yang ketat," ucapnya, Kamis (15/7/2021).

Ada beberapa poin hasil pertemuan. Seperti pelaksanaan salat Iduladha dapat dilaksanakan berdasarkan pertimbangan dewan kemakmuran masjid (DKM) masing-masing.

"Bahasanya dapat, kalau yang mau melaksanakan silakan. Kalau DKM masjidnya tidak usah perlu, silakan, karena PPKM mikro ini kan sebenarnya ditingkat RT. Kalau di RT nya banyak yang terkena, DKM masjid tidak mau melaksanakan dapat, kalau bisa dapat. Maka kalimatnya tidak kaku," jelas dia.

Bagi masjid yang tetap melaksanakan salat Iduladha, Hendra menegaskan agar menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. Makanya, sebelum hari H pelaksanaannya nanti, Pol PP akan datang ke masjid/surau untuk memeriksa peralatan cuci tangan dan thermo gun.

Sementara menjaga jarak saf saat salat, dikembalikan pada keyakinan masing-masing. Jika ada yang berkeyakinan ketika salat tidak berjarak diperbolehkan, asal setelah salat tetap harus menjaga jarak.

"Kami mengimbau yang sakit atau merasa kurang sehat jangan datang ke masjid," imbuhnya.

Kemudian pada rapat tersebut, penyembelihan hewan kurban pelaksanaannya sehari setelah salat Iduladha atau pada 11, 12, 13 Dzulhijjah. Yang boleh berada di tempat penyembelihan hewan kurban pun hanya panitia dan orang yang berkurban.

"Penyaluran harus dibagi panitia langsung ke rumah penerima," tuturnya.

(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved