Breaking News:

Berita Belitung

Ledakan Populasi Ubur-ubur di Belitung, Peneliti LIPI: Dipicu Siklus Pergantian Musim Tahunan

Dalam dunia perdagangan, ubur-ubur ini dikenal dengan nama dagang “white type" dikarenakan warna tubuhnya yang putih.

Penulis: Jaryanto | Editor: Jaryanto
DOK. PRIBADI/MOCHAMAD RAMDHAN FIRDAUS
Peneliti Pusat Penelitian Oseanografi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Mochamad Ramdhan Firdaus. 

Ledakan Populasi Ubur-ubur di Belitung, Peneliti LIPI: Dipicu Siklus Pergantian Musim Tahunan

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Musim ubur-ubur menjadi berkah bagi warga serta nelayan di pesisir pantai di Dusun Teluk Dalam, Desa Juru Seberang, Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.

Para buruh khususnya, meraup rezeki dari pekerjaan membersihkan binatang laut tersebut selama sebulan belakangan.

Peneliti Pusat Penelitian Oseanografi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Mochamad Ramdhan Firdaus mengatakan, belum diketahui secara pasti jenis ubur-ubur yang tengah meledak di Belitung.

Baca juga: Musim Ubur-ubur Membawa Berkah, Warga Belitung Meraup Pundi Rupiah

Butuh pengambilan sampel lalu menganalisisnya secara morofologi dan DNA.

“Jika diamati dari gambar fotoyang tayang di media massa (posbelitung.co, red), diperkirakan jenisnya Lobonema smithii atau Lobonomoiedes sp.Keduanya memiliki morfologi yang sangat mirip, berbeda terutama pada struktur sistem intrasirkular kanalnya (intracircular canal system),” kata Ramdhan kepada posbelitung.co, Jumat (16/7/2021).

Dahara bersama rekannya sesama buruh saat sibuk membersihkan ubur-ubur di tempat pengemasan di Dusun Teluk Dalam, Desa Juru Seberang, Rabu (14/7/2021).
Dahara bersama rekannya sesama buruh saat sibuk membersihkan ubur-ubur di tempat pengemasan di Dusun Teluk Dalam, Desa Juru Seberang, Rabu (14/7/2021). (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Ia menjelaskan, ubur-ubur memiliki sebaran terbatas di perairan tropis Indo-Pasifik Barat. Ciri khas hewan ini adalah memiliki tonjolan-tonjolan runcing (papilae) berukuran sekitar 1-3 sentimeter (cm) di atas payungnya (exumbrella).

Baca juga: Ubur-ubur Penuhi Perairan Probolinggo Hingga Tutupi Permukaan Air, Nelayan Tak Bisa Jalankan Perahu

Area tangkapnya, selain di Indonesia, ditemukan juga di beberapa negara lain, seperti China, Malaysia, Fillipina, dan India.

Dalam dunia perdagangan, ubur-ubur ini dikenal dengan nama dagang “white type" dikarenakan warna tubuhnya yang putih.

Bupati Belitung Sahani Saleh saat melihat pengemasan ubur-ubur di Dusun Teluk Dalam, Desa Juru Seberang, Tanjungpandan, Rabu (14/7/2021).
Bupati Belitung Sahani Saleh saat melihat pengemasan ubur-ubur di Dusun Teluk Dalam, Desa Juru Seberang, Tanjungpandan, Rabu (14/7/2021). (posbelitung.co)

Jenis ini sebetulnya memiliki sengat pada tentakelnya namun tingkatannya lemah (sting mild) sehingga hanya menyebabkan gatal-gatal dan iritasi ringan pada kulit.

Halaman
123
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved