Breaking News:

Berita Belitung

Soal Bayi Meninggal Dunia Diduga Covid-19, Bupati Belitung: Diagnosa Jangan Langsung Vonis Covid-19

Seorang bayi berusia satu bulan 21 hari, meninggal dunia diduga karena terpapar covid-19, kini mendapat sorotan dari Bupati Belitung H Sahani Saleh.

Penulis: Disa Aryandi | Editor: Eltjandring
Posbelitung.co/Dede Suhendar
Bupati Belitung Sahani Saleh 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Seorang bayi berusia satu bulan 21 hari, meninggal dunia diduga karena terpapar covid-19, kini mendapat sorotan dari Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem).

Orang nomor satu di Belitung itu, belum bisa menemukan korelasi bayi lelaki tersebut meninggal dunia karena terpapar covid-19.

Apa lagi bayi ini, sebelum meninggal dunia mengalami buang air besar (BAB) tidak normal atau diare. Kondisi serupa, sempat terjadi sekitar dua pekan lalu, namun bisa disembuhkan menggunakan obat dari alm Dokter Joko Ferdyanto.

"Maka dari itu, saya ingatkan kepada tenaga kesehatan atau tenaga medis, pada diagnosa awal, jangan langsung divonis covid. Periksa detail penyakit bawaannya, dan dikeluhkan apa, baru bicara Covid-19," kata Sanem kepada posbelitung.co, Jumat (16/7/2021).

Apalagi, kata dia, diagnosa awal tersebut menentukan keberhasilan kesembuhan pasien. Namun permasalahan bayi yang meninggal dunia itu, tentu akan menjadi evaluasi bagi Pemerintah Kabupaten Belitung kepada petugas medis dan manajemen RSUD H Marsidi Judono Belitung.

"Orang tua dari bayi itu negatif, ini tertularnya dari mana kalau secara logika. Kalau bayi itu positif, orang tuanya positif atau keluarga lainnya positif, itu masuk akal, tapi ini tidak," ujarnya.

Diagnosa pada orang berusia bayi ini, tentu sangat sulit, lantaran bayi tersebut tidak bisa berbicara. Sehingga harus lebih peka dan harus diteliti secara detail, agar tidak terjadi asumsi apapun dalam penanganan pasien.

"Diagnosa awal secara detail pada pasien itu yang lebih penting. Jangan sampai, sibuk dengan Covid-19, penyakit komorbidnya tidak diobati, jangan sampai ini terjadi. Apalagi salah memberikan obat, itu bisa berujung komplikasi," bebernya.

Ia tidak memungkiri, selama ini banyak orang merasakan kejanggalan tentang penularan virus corona tersebut. Tetapi secara peralatan medis, hasil diagnosa terpapar Covid-19.

"Ya kejadiannya seperti itu. Apalagi ada swab antigen, swab PCR, rapid test yang akurasinya tidak sama. Ini yang harus disamakan sebetulnya dan kedepan ini tidak cukup dengan antigen saja, tapi harus diperiksa ulang lagi menggunakan PCR, sama atau tidak hasilnya," bebernya.

(Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved