Breaking News:

Video - Ketersediaan Pakan Pengaruhi Ukuran Ubur-ubur di Perairan Belitung

Ubur-ubur di perairan laut Belitung bergantung dari ketersediaan pakan alami yakni plankton dan krustasea berupa udang-udang kecil.

Penulis: Disa Aryandi | Editor: Jaryanto

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Ubur-ubur di perairan laut Belitung bergantung dari ketersediaan pakan alami yakni plankton dan krustasea berupa udang-udang kecil. Faktor itu juga yang akan memengaruhi ukuran ubur-ubur. 

"Pada musimnya, penyebaran ubur-ubur ini di perairan laut sekitar Desa Juru Seberang, Tanjungtinggi, bahkan ke Desa Sungai Padang di Kecamatan Sijuk," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Belitung Firdaus Zamri, Kamis (15/7/2021). 

Meski memiliki potensi ekspor, menurutnya sampai saat ini belum ada budi daya ubur-ubur.

Hewan laut ini belum memungkinkan karena membutuhkan wilayah yang luas agar koloninya banyak dan harganya sepadan. 

"Karena kalau jumlah koloninya sedikit, maka harganya belum sesuai. Saat ini terlihat banyak karena memang jumlah ubur-ubur yang ditangkap banyak, bisa mencapai ton," ucapnya.

Menurutnya, penangkapan ubur-ubur saat musimnya seperti sekarang memang paling memungkinkan.

Makanya kekayaan laut ini patut disyukuri karena tidak terjadi di semua tempat.

Meskipun ubur-ubur tetap ada di laut, namun ukuran dan jumlahnya tidak besar seperti di perairan Belitung saat ini. 

"Tetap jaga keseimbangan juga, karena ubur-ubur sangat dibutuhkan di alam. Karena di alam juga sebagai makanan penyu dan ikan-ikan besar," katanya. 

Hewan yang termasuk dalam kelas Scyphozoa ini pemanfaatannya bisa sebagai bahan makanan maupun kosmetik.

Jika melihat proses pengolahan yang dilakukan di Desa Juru Seberang, Firdaus menyebut kemungkinan ubur-ubur tersebut akan digunakan sebagai bahan kosmetik.(posbelitung.co/disa aryandi)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved