Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Hanya Jatuh di Kamar Mandi Lalu Dinyatakan Covid-19, Simak Pernyataan Keluarga Pasien dan dr Vonny  

Anak mendiang pasien yang dinyatakan terpapar Covid-19 di RSUD Belitung Timur (Beltim) berinisial A mempertanyakan penanganan pasien di rumah sakit

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: Fery Laskari
istimewa
ILUSTRASI: Tim BPBD Belitung Timur saat memakamkan Pasien Covid-19 yang meninggal di Perkuburan Selendang Desa Senyubuk, Kelapa Kampit, Selasa (22/6/2021). (Ist/BPBD Beltim) 

POSBELITUNG.CO , BELITUNG - Anak mendiang pasien yang dinyatakan terpapar Covid-19 di RSUD Belitung Timur (Beltim) berinisial A mempertanyakan penanganan pasien di rumah sakit ini.

A menyatakan bahwa orang tuanya yang meninggal, kemarin, Sabtu (17/7/2021) Pukul 14.40 WIB hanya jatuh di kamar mandi lalu tidak sadarkan diri.

"Karena kami tidak mendahului kehendak Allah SWT, kami memastikan keadaan beliau dan membawanya ke rumah sakit. Namun kami tidak mendapat pelayanan sebagaimana mestinya. Dibiarkan beberapa saat, dites antigen lalu dinyatakan Covid-19 oleh petugas," kata A kepada Posbelitung.co, Minggu (18/7/2021).

Lalu, lanjut A, ia inisiatif meminta swab antigen terhadap dirinya dan semua anggota keluarganya di rumah sakit tersebut. Hasilnya, 10 orang anggota keluarganya tak satu pun yang hasil swab antigennya positif.

"Padahal saya dan keluarga satu rumah dan terus-terusan merawat bapak saya di rumah sampai dibawa ke rumah sakit," kata A.

Dia juga menyayangkan penanganan pasien di RSUD Belitung Timur yang menurutnya kurang maksimal. A meminta pihak rumah sakit mengklarifikasi terkait penanganan perawatan bapaknya selama di rumah sakit.

Terpisah, saat dihubungi Posbelitung.co, Direktur RSUD Belitung Timur, dr Vonny Primasari sudah mengetahui tentang persoalan ini. Dia menyatakan akan segera membuat klarifikasi.

"Kami dari RSUD melalui Humas RSUD sedang menyusun klarifikasinya," kata dr Vonny.

Sebelumnya diberitakan, satu lagi pasien positif Covid-19 meninggal dunia di Belitung Timur, Sabtu (17/7/2021) Pukul 14.30 WIB. Kali ini seorang lelaki berusia 67 tahun berinisial M, Warga Desa Baru Manggar meninggal setelah tidak sadarkan diri selama satu jam.

Direktur RSUD Belitung Timur dr Vonny Primasari mengatakan saat sampai di IGD pasien sudah tidak sadarkan diri. Saat diperiksa, tekanan darah, nadi, ataupun saturasi oksigen sudah tidak terbaca.

"Pasien juga kami swab antigen ternyata positif covid-19. Diswab sebanyak dua kali dan hasilnya sama. Pasien mengalami apneu dan EKG-nya esistol jadi dinyatakan meninggal dunia pukul 14.40 WIB," kata dr Vonny.

Kemudian pihaknya langsung berkoordinasi dengan BPBD dan Dinkes tentang pemulasaran dan pemakaman jenazah. Pukul 18.00 WIB pasien dibawa oleh BPBD untuk dilakukan pemakaman sesuai protokol kesehatan di Perkuburan TPU Lumpang Madura Dusun Cemara Desa Kurnia Jaya, Manggar.

Kasus ini merupakan kasus kematian ke-24 di Belitung Timur setelah sebelumnya juga warga Desa Baru meningggal dunia karena Covid-19. (Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved