Breaking News:

Angka Kasus Aktif Covid-19 di Belitung Tembus 1.000, Bupati Belitung Tetapkan Lockdown

Apabila kasus aktif tersebut mencapai angka 1.000 orang terpapar, maka Bupati Belitung memutuskan untuk melakukan lockdown di Belitung.

Penulis: Disa Aryandi | Editor: M Ismunadi
Posbelitung.co/Dokumentasi
Bupati Belitung, Sahani Saleh. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Kasus covid-19 di Kabupaten Belitung belakangan  mengalami peningkatan sangat signifikan. Terdata hari ini ada 711 orang terpapar covid-19 di Negeri Laskar Pelangi. Kasus tersebut mengalami peningkatan, sejak diterapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem) mengatakan, apabila kasus aktif tersebut mencapai angka 1.000 orang terpapar, maka orang nomor satu itu sudah memutuskan untuk melakukan lockdown untuk Belitung.

"Kalau kasus aktif tembus 1.000 maka kita akan lockdown, antar desa/kelurahan, kalau tidak seperti itu, kami juga yang pusing, banyak yang meninggal dunia," kata Sanem ketika live report dengan Posbelitung.co, Rabu (21/7/2021).

Selama penerapan PPKM di Belitung, kata dia, terdata kasus covid-19 mengalami peningkatan hingga 600 persen. Sehingga Pemerintah Kabupaten Belitung sekarang ini menerapkan PPKM tahap II.

"Peningkatan ini terjadi, berkenaan dengan ke disiplinan masyarakat, kami sudah teliti dan analisa bahwa banyak yang tidak Prokes (Prokes) ketika berada diluar rumah, terus terjangkit virus corona, dan menularkan lagi kepada orang tua," ujarnya.

Sekarang ini terdata, kasus di Belitung dari bulan Maret 2021 sudah mencapai 4.045  orang terpapar. Namun dari ratusan orang itu, 3.233 orang sudah selesai menjalani isolasi.

Hari ini, Rabu (21/7/2021), orang yang meninggal dunia saat terpapar covid-19, sudah mencapai 101 orang. Sedangkan yang menjalani isolasi mandiri ada 610 dan 76 orang menjalani perawatan di RSUD H Marsidi Judono Belitung, serta 25 orang menjalani isolasi di SKB.

"Untuk mencegah ini, kami nanti akan melakukan pencegahan. Kemarin sanksi - sanksi nya itu (pelanggar Prokes) yang kurang, tapi disisi lain kami memberikan pemahaman dan kesadaran kepada masyarakat bahwa covid ini lebih canggih dari set..n," ujarnya.

Selama ini, untuk sanksi pelanggar prokes sudah dimilik oleh Pemerintah Kabupaten Belitung dan ditetapkan melalui Peraturan Bupati Belitung.

"Kami nanti akan menerapkan sanksi itu di lapangan, karena selama ini sanksi itu sudah ada, tapi kami baru sebatas sosialisasi saja," jelasnya.

Kemudian, lanjut dia, bagi yang isolasi mandiri, diharapkan agar tetap melakukan isolasi dengan disiplin, lantaran isolasi mandiri tersebut rata-rata atas permintaan sendiri.

"Saya juga menekankan kepada Camat, Desa/Kelurahan, agar warga yang isolasi mandiri harus di sediakan tempat terpadu, dan perketat pengawasan nya. Karena kalau semua di serahkan ke rumah sakit, akan terjadi over kapasitas," pungkasnya. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved