Breaking News:

Seminggu Terkapar di Rumah Sakit, Seorang Guru Menyesal Menolak Disuntik Vaksin Covid-19

"Apa yang saya alami di rumah sakit, yaitu perawatan dan keahlian para tenaga medis, membuat hati saya luluh," katanya.

Penulis: tidakada007 | Editor: Tedja Pramana
kompas.com
Abderrahmane Fadil, guru IPA berusia 60 tahun asal Inggris yang mengutarakan penyesalannya terkena Covid-19 setelah menolak mendapatkan vaksin. 

POSBELITUNG.CO - Seorang guru pria dengan arogannya menolak disuntik vaksin Covid-19.

Namun ia akhirnya menyesal setelah terpapar corona. Hal itu seperti yang dialami seorang guru di Inggris.

Seperti diketahui, jumlah pasien Covid-19 di beberapa negara melonjak tajam.

Tak cuma di Indonesia, namun angka kasus aktif Covid-19 juga meningkat di negara-negara lain.

Contohnya di Inggris.

Seperti di banyak rumah sakit lain, jumlah pasien yang dirawat karena Covid-19 di Bradford Royal Infirmary di Inggris meningkat tajam belakangan ini.

Sekitar setengah dari pasien ini sebelumnya memilih tidak mengikuti program vaksinasi.

Kini pun mereka sangat menyesali keputusan tersebut.

"Saya ditawari vaksin, tapi saya bersikap arogan," kata Faisal Bashir, 54 tahun.

"Saya pergi ke gym, bersepeda, berjalan kaki, dan berlari. Karena saya kuat dan sehat, saya pikir saya tidak membutuhkan vaksin. Jika ternyata pilihan itu tidak aman, saya tidak akan mengambil risiko apa pun.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved