Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Belitung Timur Bukan Zona Merah Covid-19, Bupati Burhanudin: Alhamdulillaah, Tapi Jangan Lengah!

Berdasarkan data terbaru tersebut dari tujuh kabupaten/kota hanya Belitung Timur yang tidak ditetapkan sebagai zona merah oleh pemerintah pusat

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: Khamelia
(Posbelitung.co/BryanBimantoro)
Bupati Belitung Timur Burhanudin saat meninjau Dinas Kesehatan didampingi Kepala Dinas Kesehatan Yulhaidir dan Kabid P2P Supeni, Kamis (22/7/2021). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Satgas Penanganan Covid-19 Republik Indonesia merilis data terbaru zona risiko covid-19 di Indonesia, Kamis (22/7/2021). Dalam data terbaru itu, tercatat ada 180 daerah berstatus zona merah dari yang semula hanya 129 daerah.

Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sendiri, berdasarkan data terbaru tersebut dari tujuh kabupaten/kota hanya Belitung Timur yang tidak ditetapkan sebagai zona merah oleh pemerintah pusat. Atas hal ini Bupati Belitung Timur Burhanudin mengatakan syukurnya.

"Alhamdulillaah kita tidak zona merah tapi sudah zona oranye dan kasus covid-19 di daerah kita terus melonjak. Status tersebut jangan membuat kita lengah. Malah harus ekstra hati-hati agar tidak menjadi zona merah," kata Burhanudin ditemui di sela acaranya, Kamis.

Walaupun bukan zona merah, Burhanudin berani menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro. Bahkan saat ini sudah term kedua yang akan berjalan sampai tanggal 29 Juli 2021 nanti.

Dia mengatakan kebijakan itu ia ambil untuk melindungi warganya. Selain itu juga, lanjutnya, dengan kondisi tenaga kesehatan dan rumah sakit yang amat terbatas, dia harap bisa sebagai ikhtiar pemerintah dan masyarakat dalam menekan laju virus corona.

"Seluruh elemen dan stakeholders berperan besar dalam menjaga kondisi daerah kita ini supaya tidak masuk zona merah. Mari bersinergi mengatasi masalah ini agar melandai nantinya," ajak Burhanudin.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Belitung Timur Muhamad Yulhaidir menilai kondisi pandemi di Belitung Timur memang naik terus, namun juga diikuti dengan kesembuhan yang juga tinggi.

Ia mengatakan kasus transmisi lokal di Dusun Tungkup, Desa Nyuruk, Kecamatan Dendang yang mana lebih dari 50 warganya terpapar covid-19 mulai besok sudah bisa beraktivitas seperti biasa. Hal itu karena mereka sudah menjalani isolasi mandiri selama lebih kurang 10 hari.

"Hampir 95 persen semuanya mendekati kesembuhan. Ada beberapa desa yang masih intens terjadi penambahan akan terus kami pantau dari tim surveilans, seperti Desa Lalang dan Padang di Manggar, Desa Sukamandi di Damar, serta Desa Pembaharuan dan Senyubuk di Kelapa Kampit. Desa-desa dengan angka positif tinggi menjadi perhatian kami yang juga berkoordinasi dengan desa setempat," kata Yulhaidir.

Kemudian, Yulhaidir menambahkan untuk saat ini ada lebih kurang 530 orang yang menjalani isolasi mandiri. Dalam pengawasannya tetap akan bekerjasama dengan pemerintah desa supaya lonjakan kasus ini tidak terjadi makin masif.

Di lain sisi, Dinas Kesehatan saat ini juga sedang mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus pasca Iduladha 1442 H. Karenanya Yulhaidir tetap menekankan bahwa penerapan protokol kesehatan yang benar menjadi kunci utama menekan penularan covid-19.

"Tetap pakai masker untuk seluruh masyarakat, utamanya anak muda yang mobilitas tinggi harus hati-hati karena penyebaran kita sudah klaster keluarga. Jangan sampai anak muda jadi carier di keluarga, kasihan orang tua kita," pesan Yulhaidir. (Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved