Breaking News:

Berita Belitung Timur

Dua Pegawainya Jadi Tersangka Dugaan Kasus Korupsi, Bupati Burhanudin Prihatin

Bupati Belitung Timur Burhanudin menyatakan keprihatinannya terhadap kasus yang menimpa dua pegawainya yang dinyatakan sebagai tersangka.

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: Eltjandring
posbelitung.co
Bupati Belitung Timur Burhanudin saat ditemui posbelitung.co di ruang kerjanya, Kamis (8/7/2021). (Posbelitung.co/BryanBimantoro) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Bupati Belitung Timur Burhanudin menyatakan keprihatinannya terhadap kasus yang menimpa dua pegawainya yang dinyatakan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Belitung Timur, Jumat (23/7/2021).

Bupati bilang preseden buruk ini tidak semestinya terjadi. Dia menegaskan kepada para pegawainya agar tetap melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sesuai aturan.

"Peristiwa ini harus jadi pelajaran bagi semuanya. Kami selaku pemda juga akan jadikan ini sebagai bahan evaluasi agar hati-hati lagi ke depannya dalam mengawasi tupoksi para pejabat," kata Burhanudin kepada posbelitung.co, Jumat (23/7/2021).

Walau demikian, dia menyatakan tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Dia mengaku tidak akan mengintervensi penanganan hukum yang ditangani oleh penegak hukum.

Terkait dengan proses konferensi pers oleh Keri Beltim yang terkesan ditutup-tutupi dari media cetak dan online di Belitung Timur, Burhanudin tidak banyak berkomentar.

"Itu saya belum tahu ceritanya, belum bisa komentar," kata Burhanudin.

Sementara itu, Direktur RSUD Belitung Timur saat ini yaitu dr Vonny Primasari saat dihubungi posbelitung.co belum mau berkomentar terkait kasus ini.

Sebelumnya diberitakan, Dua tenaga kesehatan di Belitung Timur ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi kegiatan renovasi Gedung Bedah Sentral pada UPT RSUD Belitung Timur tahun anggaran 2018.

Dalam kasus tersebut kejaksaan sudah menetapkan dua orang sebagai tersangka karena ditemukan indikasi kerugian negara sebesar Rp 500 juta.

"Dua orang itu adalah CP selaku Kuasa Pengguna Anggaran dan YT selaku Pejabat Pembuat Komitmen dalam proyek tersebut. Penyidik menetapkan CP dan YT berdasarkan dua alat bukti yang telah diperoleh," kata Kasi Pidsus Andi Sitepu, Jumat (23/7/2021).

(Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved