Breaking News:

Berita Belitung

Tak Ada Rekomendasi Hajatan, Perias dan Fotografer Pernikahan Minta Tinjau Ulang Kebijakan

Perias pengantin dan fotografer pernikahan meminta kebijakan tak memberikan rekomendasi resepsi pernikahan ditinjau ulang.

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Eltjandring
IST/Dok Widya
Pemilik jasa rias pengantin Widya Lestari saat merias pengantinnya. Foto diambil beberapa waktu lalu. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Perias pengantin dan fotografer pernikahan meminta kebijakan tak memberikan rekomendasi resepsi pernikahan ditinjau ulang.

Hal ini mereka sampaikan menyusul kebijakan Pemerintah Kabupaten Belitung agar pemerintah desa dan kecamatan tak memberikan rekomendasi resepsi pernikahan, sunatan, dan kegiatan yang berpotensi keramaian.

Aturan tersebut diberlakukan hingga akhir Agustus 2021.

Perias pengantin Widya Lestari mengatakan sebagai jasa rias yang berkaitan dengan pernikahan meminta solusi lain dari kebijakan ini. Apalagi hingga akhir Agustus sudah banyak pemesanan jasa rias.

"Penting dilakukan PPKM, cuman ya kasian aja acara hajatan yang sudah lama dipersiapkan, mungkin mereka sudah rugi secara materiel. Begitu juga kami (jasa rias pengantin) yang sudah persiapan sejak lama," ujar pemilik Jelita Art Belitung, Jumat (23/7/2021).

Dampak dari kebijakan tersebut, lanjutnya, memang berimbas pada kerugian materiel, meski dirinya enggan menyebutkan nominal pastinya.

Apalagi berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, setelah Iduladha banyak orang yang mengadakan acara.

Sampai saat ini, Widya mengatakan sudah ada kliennya yang menginformasikan memundurkan jadwal resepsi. Sementara yang lainnya belum ada kabar lebih lanjut.

Hal senada juga disampaikan fotografer Ricky Arsenda. Pemilik jasa foto Minola Photography ini memohon agar kebijakan tak memberikan rekomendasi resepsi pernikahan ini ditinjau kembali demi kelangsungan pekerjaan dan mata pencaharian pelaku jasa yang berkaitan dengan resepsi pernikahan.

"Sebagai usulan, kami mohon pertimbangan agar resepsi pernikahan tersebut tetap bisa dilaksanakan oleh penyelenggara dengan memerhatikan dan mengikuti protokol kesehatan secara ketat," katanya.

"Tamu resepsi wajib menggunakan masker, tanpa melakukan kontak fisik, konsumsi diberlakukan sistem bawa pulang serta tidak ada hiburan malam," lanjutnya.

Ia juga mengharapkan ad kebijakan yang lebih baik sehingga acara resepsi pernikahan lancar serta tidak menghentikan mata pencaharian mereka.

(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved