Breaking News:

Berita Belitung Timur

Kabar Hoaks Penyekatan Belitung dan Belitung Timur, Burhanudin : Penyebar Hoaks Bisa Dihukum  

Bupati Belitung Timur (Beltim), Burhanudin bereaksi keras saat mengetahui adanya kabar hoaks tentang penyekatan dan penutupan batas wilayah antara Bel

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: Fery Laskari
(Posbelitung.co/Dok)
Bupati Belitung Timur Burhanudin ditemui posbelitung.co, Senin (12/4/2021). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Bupati Belitung Timur (Beltim), Burhanudin bereaksi keras saat mengetahui adanya kabar hoaks tentang penyekatan dan penutupan batas wilayah antara Belitung Timur dan Belitung. Dia mengingatkan bahwa penyebar berita bohong bisa dilaporkan dan dihukum.

Dia mengimbau kepada masyarakat agar jangan mudah percaya kepada kabar yang tidak jelas sumbernya. Dia mengatakan setiap informasi yang masuk harus dicerna, disaring, dan dicek kebenarannya sebelum disharing atau dibagikan.

"Agar nantinya tidak menjadi kabar bohong atau hoaks. Harus tabayyun dalam menerima informasi apapun. Dalam masa seperti ini kita harus saling kerjasama, bukan saling menyerang," kata Burhanudin kepada Posbelitung.co, Selasa (27/7/2021).

Dia menjelaskan syarat sudah vaksin dan antigen itu adalah untuk perjalanan keluar Pulau Belitung. Hal itu menurutnya bertujuan mengurangi mobilitas masyarakat bepergian selain kepentingan darurat.

Senada, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Belitung Timur Irjen Pol Anang Syarif Hidayat memandang syarat sudah vaksin ataupun swab antigen tidak diperlukan di dalam Pulau Belitung seperti dari Belitung Timur ke Belitung ataupun sebaliknya.

Hal ini ia katakan saat ditanyai tentang dampak penerapan PPKM level 4 terhadap lalu lintas orang di dalam Pulau Belitung, Selasa (27/7/2021).

Ia memandang Belitung dan Belitung Timur itu satu kesatuan jadi tidak perlu ada penyekatan ataupun pembatasan. Menurutnya yang harus diawasi itu adalah orang yang masuk dari luar di pintu-pintu masuk seperti pelabuhan dan bandara. Karena orang-orang ini yang perlu diwaspadai karena berisiko membawa virus tersebut.

"Kami sudah kaji dan sementara ini penyekatan, penutupan, syarat sudah vaksin, dan swab antigen belum diperlukan di internal Pulau Belitung. Karena secara historis dan sosiologis sudah menyatu," kata Kapolda. (Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved