Breaking News:

Berita Pangkalpinang

RT Zona Merah di Pangkalpiang Berkurang, Wali Kota Ajak Masyarakat Cegah Penyebaran Covid-19

Masagus M Hakim menyebut, berdasarkan data terakhir hingga Senin (26/7/2021) kemarin, ada lima RT di Kota Pangkalpinang yang dikategorikan zona merah.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Eltjandring
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang dr. Masagus M Hakim menyebut, berdasarkan pemetaan data terakhir hingga Senin (26/7/2021) kemarin, ada lima RT di Kota Pangkalpinang yang dikategorikan zona merah.

Adapun RT dengan zona merah tersebut, RT 05 Kelurahan Gabek Dua, RT 05 dan RT 08 Kelurahan Selindung, RT 05 Kelurahan Jerambah Gantung, RT 01 Kelurahan Batin Tikal.

Kata Hakim, selain lima RT dengan zona merah, ada 57 RT zona orange, 150 RT zona kuning, dan 147 RT zona hijau.

"Kita pemetaan satu minggu sekali dan diupdate setiap hari Senin. Jadi kalaupun ada satu rumah di RT itu sudah selesai isolasi dalam satu minggu ini tetap terdata masih merah, nah minggu depan setelah kita update bisa saja tidak lagi masuk merah, jadi bukan update setiap hari kerena kita pemetaan dari Puskesmas yang memantau masing-masing," jelas Hakim kepada Bangkapos.com, Rabu (28/7/2021).

Hakim mengatakan, RT dengan zona merah sudah pasti akan menerapkan PPKM mikro di tingkat RT masing-masing.

Menurutnya, berdasarkan Imendagri 13 kawasan RT dengan zona merah secara ketat membatasi rumah ibadah, tempat bermain anak, dan tempat umum lainnya. Melarang kerumunan lebih dari tiga orang, dan pembatasan mobilitas masyarakat di kawasan tersebut.

Kata Hakim, hal ini guna mengoptimalkan karantina wilayah di tingkat RT dengan status zona merah, guna menekan laju penularan Covid-19 di daerah tersebut.

Namun diakui Hakim secara keseluruhan Kota Pangkalpinang memang masuk zona merah. Dengan total jumlah kasus aktif atau kasus yang masih menjalani karantina hingga data kemarin, Selasa (27/7) berjumlah 1.102 orang.

"Skenario pengendalian yang saat ini kita lakukan dengan menemukan kasus suspek dan pelacakan kontak erat. Pasien positif wajib melakukan isolasi, tak hanya itu rumah yang anggota keluarganya terinfeksi juga perlu melakukan isolasi mandiri. Demikian pula dengan kasus suspek dan kontak erat siapa tau ketika dites virusnya belum terbaca yang sebetuknya dia positif makanya untuk jaga-jaga tetap isolasi," paparnya.

Sementara terpisah Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) menyebut, dirinya optimis mulai bulan depan akan ada perubahan untuk kasus covid-19 di Kota Pangkalpinang.

Halaman
12
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved