Breaking News:

Berita Belitung

Kasus Aktif Covid-19 di Belitung Tembus 1.000 Orang Terpapar, Dilockdown? Ini Kata Bupati Belitung

Kasus aktif perhari Covid-19 di Kabupaten Belitung, Jumat (30/07/2021) sudah mencapai 1.035 orang.

Penulis: Disa Aryandi | Editor: nurhayati
Posbelitung.co/Dede Suhendar
Bupati Belitung Sahani Saleh 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG --  Kasus aktif perhari Covid-19 di Kabupaten Belitung, Jumat (30/07/2021) sudah mencapai 1.035 orang.

Apabila kasus aktif Covid-19 sudah mencapai 1.000, pada live report beberapa waktu lalu dengan Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem), maka akan dilakukan lockdown?.

Orang nomor satu di Kabupaten Belitung mengatakan, lockdown dimaksud sama dengan PPKM level IV yang sudah diterapkan sekarang. 

"PPKM ini sudah lockdown sebetulnya, dan sekarang kami sudah mengerahkan desa-desa, agar mengerahkan warga yang isoman (isolasi mandiri) untuk isoman terpadu," kata Sanem kepada Posbelitung.co, Jumat (30/7/2021).

Sebetulnya, kata Sanem, untuk isoman ini sudah di sediakan pusat karantina terpadu di SKB Desa Perawas, serta Pusat Pemulihan dan Karantina Mandiri (PPKM) di Kelurahan Pangkallalang.

"Tapi yang jelas, ini sudah mencapai 1.000 orang, kami akan melakukan tracking terus. Ini dampaknya luar biasa, karena penanganannya bukan hanya yang terkena Covid-19 saja dampaknya, tapi dampak lainnya, seperti persoalan ekonomi tentu mengarah kesana," jelas Sanem.

Menurut Sanem, dalam persoalan Covid-19 ini, kondisi sekarang secara medis sudah memiliki keterbatasan, seperti sarana dan prasarana, maupun kondisi RSUD H Marsidi Judono Belitung.

"Sekarang rumah sakit sudah penuh, dan pusat karantina di Jalan Akil Ali Kelurahan Pangkallalang itu, sudah dipersiapkan sebagai rumah sakit darurat," ucapnya.

Sedangkan upaya lain dalam mengatasi covid-19, lanjut dia, tentu harus memperketat isoman. Apalagi obat - obatan untuk keperluan pasien covid-19, serta tabung oksigen sekarang ini sudah mengalami keterbatasan.

"Ya sekarang ini, bagajmana cara nya kami masih berfikir rumah sakit lama dijadikan tempat isolasi, tapi kami masih ingin bahas itu di rapat nanti," jelasnya.

Kondisi ini, kata Sanem, tentu masyarakat harus berpikir secara bersama-sama, bagaimana melakukan pencegahan, dan sama-sama membatasi kegiatan masyarakat.

"Tapi kondisi sekarang ini, masih banyak yang kami temukan istilah nya masih 'tengkaran'. Ya sekarang kembali kepada masyarakat bagaimana memberikan kesadaran," bebernya.

Ia berharap dan meminta kepada masyarakat secara umum, agar sadar dan sama-sama membatasi diri. 

"Ya kebiasaan berkumpul di warkop, kami minta tolong tahan - tahan dulu, untuk tidak nongkrong di warung kopi. Kami tidak menyalakan pedagang, tapi terkadang masyarakat itu sendiri harus sadar, tanpa ada kesadaran masyarakat tidak akan selesai," tegas Sanem.

(Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved