Breaking News:

Berita Belitung

KSB dan BBB Terima Puluhan Tabung Oksigen dan Ratusan Oxymeter, Siap Dipinjamkan Kepada Warga Isoman

Komunitas Sosial Belitung (KSB) akan menerima 60 tabung oksigen sumbangan dari donatur.

Penulis: Dede Suhendar | Editor: nurhayati
Posbelitung.co/Dede Suhendar
Koordinator KSB Ayie Gardiansyah (kiri) bersama Anthony di gedung pusat pemulihan dan karantina mandiri. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Komunitas Sosial Belitung (KSB) akan menerima 60 tabung oksigen sumbangan dari donatur.

Puluhan tabung oksigen tersebut rencananya akan dibagi ke Kabupaten Belitung Timur dan sisanya dipinjamkan  kepada masyarakat yang sedang isolasi mandiri.

Tabung oksigen ini juga disumbangkan ke gedung pusat pemulihan dan karantina mandiri (PPKM) yang beralamat di Jalan Akil Ali, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.

"Jadi di PPKM itu ada 25 tabung dan yang 60 tabung itu akan dibagi juga ke Beltim. Sisanya kami kelola untuk mobile bagi mereka yang isoman," jelas Koordinator KSB Ayie Gardiansyah kepada posbelitung.co , Jumat (30/07/2021).

Meskipun demikian, Ayie mengakui untuk meminjam tabung oksigen tersebut, KSB lebih selektif.

Peminjam harus menunjukan surat hasil swab antigen positif, lanjut usia yang ketergantungan suplai oksigen.

Selain tabung oksigen, di gedung PPKM masyarakat juga meminjam alat oxymeter yang berfungsi melihat tingkat saturasi oksigen.

Ayie berharap dengan adanya oxymeter, masyarakat yang menjalani isoman bisa mengecek tingkat kadar oksigen di tubuh mereka dan segera melapor jika terjadi penurunan.

"Kami punya 100 oxymeter akan ditambah 200 lagi. Cara peminjamannya sama dengan tabung oksigen," jelasnya.

Ia mengatakan untuk mengelola sumbangan oksigen tersebut, KSB bersama Yayasan Bina Bakti Belitung (BBB) dan Pemkab Belitung telah membentuk tim relawan oksigen.

Relawan tersebut bertugas menjaga suplai oksigen mulai dari RSUD sampai ke rumah warga yang isoman.

Sebelumnya mereka sudah diberikan pelatihan dari tim medis RSUD.

"Kami menempatkan khusus empat orang di RSUD. Mereka ini tidak nuntut bayaran katanya silahkan diatur saja, padahal tugasnya sangat beresiko sekali," ungkap Ayie.

(Posbelitung.co/Dede Suhendar)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved