Breaking News:

PSK Jepang Bingung, Tak Punya Uang Gegara Pelanggan Takut Corona, Berharap Dapat BLT Buat Makan

Biasanya sebelum ada Corona, para PSK di Jepang sehari bisa dapat 5 pelanggan, tapi sejak corona tak ada pelanggan dan kini bingung tak ada uang

Editor: Hendra
jaguda.com
Ilustrasi Pekerja Seks Komersial (PSK) 

POSBELITUNG.CO, TOKYO -  Per tahun bisnis prostitusi di Jepang bisa menghasilkan sekitar 2,4 miliar US Dolar.

Hasil itu didapat sebelum masa pandemo covid-19 terjadi di Jepang dan belahan dunia lainnya.

Tapi sekarang, bisnis prostitusi di Jepang ini terjerembab akibat covid-19.

Para pekerja seks komersial (PSK) di Jepang mengeluh tak bisa lagi mendapatkan pelanggan.

Hal ini akibat kebijakan pemerintahan Jepang yang menutup industri-industri hiburan untuk menekan penularan covid-19.

Imbasnya sangat dirasakan para PSK di Jepang yang membuat pendapatan mereka menurun drastis.

Hal ini diakui oleh seorang PSK di Jepang sebut saja nama inisialnya Akiko.

"Saya biasanya tiap hari dapat 4 atau lima konsumen sehingga penghasilan lumayanlah tiap hari. Kini Tak ada lagi yang mau datang, mereka mengurung diri di rumah ketakutan Corona," kata Akiko (nama samaran) kepada Tribunnews.com Jumat (30/7/2021).

Akiko khawatir akan kehidupannya saat ini, kehilangan konsumennya yang  menghindari kontak dekat, dan dia kehilangan klien dan kehabisan uang.

Tanpa tabungan atau sumber pendapatan lain, Akiko mengatakan bahwa dia hidup dari uang pinjaman.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved