Breaking News:

Berita Belitung

Dusun Balitung Akan Layani Kremasi Bagi Pasien Covid-19 Di Belitung

Dusun Balitung, Desa Pelepak Pute, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung telah membuka krematorium untuk jenazah Covid-19.

Penulis: Dede Suhendar | Editor: Eltjandring

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Dusun Balitung, Desa Pelepak Pute, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung telah membuka krematorium untuk jenazah Covid-19.

Proses kremasi di Dusun Balitung pernah dilakukan kepada warga setempat yang dinyatakan meninggal dunia akibat terpapar Covid-19 sesuai permintaam pihak keluarga dengan mengikuti anjuran dari Satgas.

Anggota DPRD Kabupaten Belitung sekaligus warga Dusun Balitung Ni Wayan Krisna Andini mengatakan rencananya proses kremasi tersebut akan dibuka untuk umum termasuk pasien Covid-19.

"Saat ini permohonan izin pemanfaatan krematorium di luar warga Hindu segera akan diproses dalam rangka memudahkan warga Kabupaten Belitung melakukan proses kremasi. Dengan adanya krematorium ini, masyarakat Belitung tidak perlu lagi ke Jakarta untuk melakukan kremasi," ujar Krisna kepada posbelitung.co, Minggu (1/8/2021).

Ia menuturkan sebenarnya proses kremasi di Dusun Balitung sudah sering dilakukan untuk warga masyarakat yang beragama Hindu.

Lalu, selama ini warga Dusun Balitung yang meninggal terpapar Covid-19 semuanya dikubur sesuai prokes.

Namun untuk pasien atas nama I Wayan Daem warga setempat yang meninggal akibat terpapar Covid-19 untuk pertama kali dikremasi secara tradisi Hindu.

"Atas permintaan keluarga, jenazah I Wayan Daem akan dikremasi secara tradisi Hindu menggunakan fasilitas kremasi yang sudah dimiliki oleh masyarakat Dusun Balitung," kata Krisna.

Ia menjelaskan, proses kremasi merupakan rangkaian upacara Ngaben seperti halnya yang dilakukan warga Hindu di Bali.

Namun karena jenazah terpapar Covid-19, maka kremasi almarhum I Wayan Daem dilakukan secara sederhana dengan istilah Mekingsan ring Gni sesuai arahan Satuan Gugus Kendali Covid-19.

sesuai kepercayaan Hindu, lanjutnya, kremasi merupakan proses penitipan sementara roh yang meninggal pada Dewa Brahma atau sebagai dewa penguasa kekuatan api sebelum menjalani upacara selanjutnya yakni ngaben.

"Selain mekingsan ring gni, ada juga proses mekingsan ring pertiwi atau dengan cara dikubur," katanya.

(posbelitung.co /dede s)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved