Breaking News:

Virus Corona di Belitung

BOR Belitung Timur 39,5 Persen, Direktur RSUD : Sudah Kami Laporkan ke Dinas Kesehatan Provinsi

keterisian tempat tidur perawatan pasien covid-19 alias Bed Occupancy Ratio (BOR) di rumah sakit sejumlah 17 orang atau 39,5 persen.

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: nurhayati
(Posbelitung.co/Byan Bimantoro)
RSUD Belitung Timur (Beltim). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Direktur RSUD Belitung Timur dr Vonny Primasari mengatakan per Senin (2/8/2021) pukul 14.30 WIB keterisian tempat tidur perawatan pasien covid-19 alias Bed Occupancy Ratio (BOR) di rumah sakit sejumlah 17 orang atau 39,5 persen.

Dia mengatakan BOR merupakan satu indikator yang menyebabkan Belitung Timur masuk dalam daerah dengan PPKM level 4 sebab kemarin di RSUD Belitung Timur hanya ada 10 tempat tidur pasien covid-19.

"Saat ini kami sudah menambah dua gedung jadi tempat perawatan pasien covid-19, yaitu isolasi B dengan kapasitas 12 pasien dan isolasi C berkapasitas 19 pasien, jadi total ada 43 bed dan siang ini terisi 17 pasien," kata dr Vonny kepada Posbelitung.co, Senin.

dr Vonny  menyebutkan penambahan bed ini sudah ia laporkan ke Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung supaya data yang akan dikirimkan ke pusat bisa diperbarui.

Dengan perbaruan data ini, memungkinkan Belitung Timur bisa keluar dari daerah PPKM level 4.

Karena itu, dirinya juga melakukan perekrutan terhadap tenaga kesehatan karena dengan bertambahnya gedung isolasi tentu kebutuhan atas nakes juga bertambah.

"Kami membuka rekrutmen secepatnya untuk dikontrak sampai Desember 2021 mendatang untuk mengatasi keterbatas nakes yang merawat pasien covid-19," kata dr Vonny.

Terpisah, Bupati Belitung Timur Burhanudin menilai untuk saat ini penanganan pandemi virus corona jauh lebih baik karena sudah ada perbaikan dan peningkatan dari fasilitas jumlah kasur untuk pasien covid-19.

Namun, dikatakannya yang jadi masalah adalah penetapan PPKM level 4 adalah kewenangan pusat.

"Banyak indikator, selain BOR, ada angka positif per minggu, jumlah kematian per minggu, hingga jumlah tracking dan tracing kita juga menentukan penetapan PPKM level 4 ini," kata Burhanudin, Senin (2/8/2021).

Terkait tracing dirinya mengatakan pemerintah sudah beberapa kali melakukan pengetesan swab acak kepada masyarakat. Hal ini menurutnya sebagai upaya menyisir penularan covid-19.

"Hari ini masih kita tunggu keputusan pusat untuk memperpanjang atau tidak daerah kita sebagai PPKM level 4 atau tidak. Segala upaya telah dilakukan, kita harap Pemerintah Pusat dapat memberikan perubahan terhadap status saat ini," katanya.

Dia menyatakan bahwa penyebaran covid-19 di Belitung Timur paling banyak dari klaster keluarga. Karenanya dia mengimbau masyarakat agar bergotong-royong saling membantu dan menjaga apabila ada masyarakat yang terpapar Covid-19.

"Selama PPKM level 4 masih diterapkan, mari kita sama-sama patuhi dan hormati. Yuk jangan bosan-bosan patuhi protokol kesehatan," ajak Burhanudin. (Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved