Breaking News:

Harga Berbagai Komoditas Meningkat, Kota Tanjungpandan Alami Inflasi 0,22 Persen pada Juli 2021

Sementara itu, komponen bahan makanan pada Juli 2021 mengalami inflasi sebesar 0,25 persen dengan IHK 114,38.

Editor: Novita
Pos Belitung/Disa Aryandi
Wajah baru Bundaran Satam Kota Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Senin (19/8/2019) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Perkembangan harga berbagai komoditas pada Juli 2021, secara umum menunjukkan adanya peningkatan.

Berdasarkan hasil pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Belitung, pada Juli 2021 di Kota Tanjungpandan, terjadi inflasi sebesar 0,22 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,78 pada Juni 2021 menjadi 109,02 pada Juli 2021.

Tingkat inflasi tahun kalender sebesar 2,23 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Juli 2021 terhadap Juli 2020) sebesar 3,71 persen.

Kelompok energi pada Juli 2021 mengalami deflasi sebesar 0,12 persen dengan IHK sebesar 100,59.

Sementara itu, komponen bahan makanan pada Juli 2021 mengalami inflasi sebesar 0,25 persen dengan IHK 114,38.

Berdasarkan rilis dari BPS Kabupaten yang diterima posbelitung.co, Senin (2/8/2021), menyebutkan, inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian indeks kelompok pengeluaran.

Yakni kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,23 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,36 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,65 persen; kelompok transportasi sebesar 1,03 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,15 persen; serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,04 persen.

Sebagian kelompok pengeluaran lainnya mengalami deflasi, yaitu: kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,03 persen serta kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,6 persen.

Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga; serta kelompok pakaian dan alas kaki tidak mengalami perubahan.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Juli 2021, antara lain cabai rawit, pelumas/oli mesin, cabai merah, cumi-cumi, ikan kembung, udang basah, minyak goreng, kacang panjang, terong, dan bawang putih.

Sementara itu, beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain daging ayam ras, ikan bulat, ikan kerisi, kangkung, dan ikan selar.

Pada Juli 2021 dari 11 kelompok pengeluaran, enam kelompok memberikan andil/sumbangan inflasi, dua kelompok memberikan andil/sumbangan deflasi, dan tiga kelompok tidak memberikan andil/sumbangan deflasi maupun inflasi.

Kelompok pengeluaran yang memberikan andil/ sumbangan terhadap inflasi, yakni kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,0876 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,0175 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,0120 persen; kelompok transportasi sebesar 0,1116 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,0023 persen; serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,0021 persen.

Sebagian kelompok pengeluaran lainnya memberikan andil/sumbangan terhadap deflasi, yaitu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,0014 persen serta kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,0118 persen.

Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga; serta kelompok pakaian dan alas kaki tidak memberikan andil/ sumbangan terhadap inflasi maupun deflasi. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved