Video

Pasien Covid-19 Sempat Dipukuli Warga Hingga Meninggal Dunia di Toba

langsung dimakamkan di Desa Pardomuan, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba secara protokol kesehatan.

Tayang:
Penulis: Disa Aryandi |
tangkapan layar
Seorang warga Toba bernama Selamat Sianipar yang dipukuli oleh warga sekitar kediamannya, lantaran terpapar covid-19, Senin (2/8/2021) meninggal dunia, setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit. 

POSBELITUNG.CO – Seorang warga Toba bernama Selamat Sianipar yang dipukuli oleh warga sekitar kediamannya, lantaran terpapar covid-19, Senin (2/8/2021) meninggal dunia, setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit.

Selamat Sianipar, langsung dimakamkan di Desa Pardomuan, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba secara protokol kesehatan.

Tidak sedikit kebarat Selamat Sianipar tampak berada di areal pemakaman, tepatnya 150 meter dari pemakaman.

Saat berada di kawasan tersebut, kerabat Selamat Sianipar suarakan keadilan ditegakkan.

Mereka juga terlihat histeris dan menyatakan secara tegas agar pihak penegak hukum usut tuntas kasus pemukulan yang terjadi pada Selamat Sianipar.

"Kami butuh keadilan, tegakkan keadilan. Negara kita ini negara Pancasila," kata seorang kerabat bernama Elseria Parapat (47) saat disambangi di kawasan pemakaman.

Jasad Selamat Sianipar pun dimakamkan oleh para petugas yang menggunakan Alat Pelindungnya Diri (APD).

Terlihat acara keagamaan pun diselenggarakan secara singkat dengan menggunakan APD.

Petugas yang ada di sekitar berupaya untuk menenangkan kondisi di areal tersebut.

Sejumlah ibu-ibu yang adalah kerabat Selamat Sianipar terus menyuarakan bahwa Selamat Sianipar meninggal bukan semata-mata karena Covid-19.

Namun karena penganiayaan yang dilakukan oleh sekelompok orang di kawasan tersebut yang diabadikan dalam sebuah video yang kemudian menjadi viral.

Suara kaum ibu semakin keras hingga secara berangsur pelan setelah didatangi petugas.

"Dia itu bukan orang gila, dia rajin ke gereja. Ia juga punya usaha juga. Bisa enggak orang gila punya usaha bengkel," beber kerabat lainnya yang ada di lokasi tersebut.

Selama pemakaman, masyarakat sekitar dan keluarga masih tetap berada di lokasi.

Bahkan istri Selamat sempat terjatuh karena tak percaya kini sang suami sudah tiada.

Sebelumnya , seorang pria yang positif terinfeksi Covid-19 di Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba, Sumatera Utara ditolak saat melakukan isolasi mandiri di rumahnya.

Ironisnya, warga juga memperlakukan pria tersebut dengan tidak manusiawi

Kejadian tersebut terekam dalam sebuah video dan viral di media sosial.

"Tulang (paman) saya diikat, diseret dan dipukuli masyarakat seperti binatang," kata Jhosua, keponakan pria dalam video tersebut, saat dikonfirmasi melalui telepon, Sabtu (24/7/2021).

Jhosua menuturkan, mulanya sang paman terpapar Covid-19. Kemudian, pamannya menjalani isolasi mandiri di rumah. Namun, masyarakat sekitar menolaknya.

"Awalnya karena tulang saya dinyatakan positif Covid-19. Kemudian isolasi mandiri di rumah, namun ada penolakan dari masyarakat setempat," kata Jhosua.

Dia pun ingin polisi dan pemerintah bergerak, menyusul adanya kasus kekerasan tersebut.  (TribunMedan.com/Posbelitung.co)

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul “KABAR DUKA Selamat Sianipar Pria Terpapar Covid-19 di Toba Dipukuli Warga Akhirnya Meninggal Dunia.”

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved