Virus Corona

Risma Sindir Anies, Data Baru 40 Persen Minta BST Dicairkan, Kalah Sama Papua sudah 100 Persen

Mensos Risma sudah minta daerah memperbaiki data penerima BST, Papua saja ada yang sudah 100 persen, DKI baru 40 persen minta BST dicairkan

Editor: Hendra
istimewa
Menteri Sosial RI Tri Rismaharini 

POSBELITUNG.CO, JAKARTA --  Pencairan bantuan sosial tunai (BST) di DKI Jakarta belum bisa dicairkan oleh Kementrian Sosial.

Keterlambatan pencairan BST kepada masyarakat ini terkait masalah data penerima.

Mengetahui hal ini, Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta Premi Lasari mengatakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah menyurati Mensos Tri Rismaharini.

Dalam surat tersebut  Anies meminta Tri Rismaharini memberikan data yang valid tentang penerima BST agar segera dicairkan. 

Rupanya permintaan Anies Baswedan ini dibalas sindiran oleh  Menteri Sosial Tri Rismaharini.

Ia malah membeberkan soal perbaikan data penerima bantuan sosial tunai (BST) di Provinsi DKI Jakarta.

Risma menyebut DKI baru melakukan 40 persen perbaikan data penerima BST.

"Akhirnya kita perintahkan (tim Kemensos) turun. Silakan kalau memang mau ada tambahan dan memang daerah buanyak sekali yang menyampaikan tambahan," kata Risma di kantornya, Selasa (3/8/2021).

Dia mengatakan semenjak menjadi Mensos, dirinya sudah meminta kepada daerah-daerah untuk membetulkan data.

"Jadi ada kurang lebih 14 juta data yang dibetulkan oleh daerah. Ada yang daerah aktif ada yang daerah tidak aktif. Kenapa saya kembalikan, sesuai dengan UU Nomor 13 Tahun 2011 bahwa data tentang fakir miskin itu berasal dari daerah. Jadi saya kembalikan sesuai dengan UU Nomor 13 Tahun 2011," katanya.

Dia mencontohkan beberapa daerah sudah melakukan beberapa perbaikan data penerima bansos.

"Papua, jangan dikira Papua jauh di sana tidak memperbaiki. Ada satu daerah yang kabupaten yang sudah memperbaiki data 100 persen. Dan kenapa Papua sebelumnya tahun 2020 hanya menerima sekitar 15 ribu orang tapi di 2021 menerima 28 ribu orang, jadi artinya naik 100 persen," kata Risma.

"Karena bisa naik karena kami betulkan. Kalau masih ingat yang padan yang sama Kita hapus sehingga itu bisa dimanfaatkan oleh daerah untuk usulan baru," pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta Premi Lasari mengatakan kurang lebih ada 99.450 penerima bantuan sosial tunai (BST) yang tertunda pencairannya karena masalah data dari Kementerian Sosial.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved