Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Penutupan Kawasan Wisata Tanjungpendam Berimbas ke Pemilik Warung Makan, Begini Respon Sanem

Pemilik warung makan di Kawasan Wisata Tanjungpendam terpaksa harus menutup tempat usahanya hampir sebulan setelah pemberlakuan pembatasan kegiatan ma

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Fery Laskari
posbelitung.co
Suasana tempat di Kawasan Wisata Tanjungpendam yang lengang, Rabu (4/8/2021). (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari) 

POSBELITUNG.CO , BELITUNG - Pemilik warung makan di Kawasan Wisata Tanjungpendam terpaksa harus menutup tempat usahanya hampir sebulan setelah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Menanggapi hal tersebut, Bupati Belitung H Sahani Saleh mengatakan, karena masuk dalam kawasan wisata, memang semua aktivitas di dalamnya berhenti.

"Selama ini kami berorientasi bahwa itu kawasan wisata, maka secara keseluruhan aktivitas di dalamnya juga ditutup. Memang kami jujur saja tidak terpikir ke pedagang yang ada di situ," katanya, Kamis (5/8/2021). 

"Sehingga itulah, sebenarnya di dalam itu juga banyak, ada juga pelaku seni yang punya dagangan di situ, tapi secara keseluruhan karena tempatnya ditutup mereka pun tidak ada aktivitas," lanjut Sanem, panggilan akrab Sahani Saleh.

Menurutnya, ada beberapa opsi yang dipertimbangkan dan koordinasikan dengan tim. Yang paling memungkinkan yakni memberikan kompensasi pembayaran sewa tempat di kawasan itu.

Ada juga pertimbangan kemungkinan dikhususkan buka untuk rumah makan, namun akan dilihat seperti apa komitmen pemilik tempat makan. 

 
"Kalau itu dibuka, di situ juga ada hiburan, kekhawatiran hiburan minta buka juga. Itu yang kami khawatirkan," lanjutnya. 

Saat ini memang ada beberapa program bantuan bagi pelaku UMKM, seperti program dari Kementerian KUKM berupa bantuan produktif usaha mikro (BPUM). Bantuan ini bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha yang terdampak pandemi. 

Sebelumnya, penyewa tempat di kawasan wisata Tanjungpendam mengharapkan agar pemerintah daerah bisa memberikan kebijakan yang sama bagi mereka agar dapat berjualan dengan batas waktu tertentu seperti pedagang lainnya. Kawasan wisata itu mulai ditutup 8 Juli 2021 sejak adanya kebijakan PPKM.(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari) 

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved