Breaking News:

Berita Kriminal

Sidang Perkara Pembunuhan di Aik Ketekok, Terdakwa Minta Hukuman Diringankan

Sidang lanjutan perkara pembunuhan di Aik Ketekok melibatkan Terdakwa Darwin alias Peson, kembali digelar. Sidang dilakukan secara virtual, Kamis (5/8

Penulis: Dede Suhendar | Editor: Fery Laskari
Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
Ilustrasi Pembunuhan 

POSBELITUNG.CO , BELITUNG -- Sidang lanjutan perkara pembunuhan di Aik Ketekok melibatkan Terdakwa Darwin alias Peson, kembali digelar. Sidang dilakukan secara virtual, Kamis (5/8/2021) di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpandan Belitung.

Di hadapan majelis hakim yang diketuai AA Niko Brahmana Putra, beranggotakan Syafitri dan Benni Wijaya, Terdakwa Peson menyampaikan nota pembelaan (pledoi) yang dibacakan penasehat hukumnya.

Dalam Pledoi, Heriyanto, penasehat hukum terdakwa menyatakan tidak sependapat pada pembuktian jaksa penuntut umum (JPU) dalam surat tuntutannya, yang telah menuntut terdakwa menggunakan Dakwaaan Primer Pasal 340 KUHP dan meminta kepada majelis hakim untuk menghukum terdakwa pada hukuman penjara seumur hidup.

Menurutnya, berdasar fakta-fakta yang terungkap di persidangan, baik berdasarkan keterangan saksi-saksi dan ahli, beberapa unsur pasal pembunuhan berencana sebagaimana telah dituntutkan oleh JPU kepada terdakwa tidak terpenuhi atau tidak terbukti dilakukan oleh terdakwa.

Begitu juga terhadap dakwaan Subsidair Pasal 338 KUHP tidak terpenuhi unsur-unsur pidananya. "Sehingga kami penasihat hukum terdakwa berpendapat, terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana yang telah dituntutkan oleh JPU dalam requisitoirnya, yaitu Dakwaan Primer Pasal 340 KUHP maupun subsidair Pasal 338 KUHP," ujar Heriyanto kepada Posbelitung.co, di luar persidangan.

Oleh sebab itu, penasehat hukum memohon kepada majelis hakim, agar membebaskan terdakwa pada dakwaan primer Pasal 340 KUHP dan subsidair Pasal 338 KUHP.

Penasihat Hukum Terdakwa juga memohon kepada majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini, agar terhadap terdakwa dijatuhi hukuman sesuai ketentuan Pasal 355 Ayat (2) KUHP, yang pada intinya menyebutkan penganiayaan berat yang dilakukan secara terencana terlebih dahulu yang mengakibatkan kematian.

"Karena berdasar fakta-fakta yang terungkap di persidangan, kami lebih meyakini jika Pasal 355 Ayat (2) inilah yang terbukti dilakukan oleh terdakwa," kata Heriyanto.

Sementara itu setelah penasehat hukum membacakan pledoi, Terdakwa Peson juga meminta keringanan hukuman kepada majelis hakim.

Menanggapi pledoi tersebut, JPU Kejari Belitung, Tri Agung Wibowo akan menyampaikan tanggapannya secara tertulis dan meminta waktu sampai pekan depan.

Akhirnya Ketua Majelis Hakim AA Niko Brahmana Putra menutup persidangan. Sidang bakal dilanjutkan, Kamis (12/8/2021) mendatang,  agenda tanggapan JPU. (Posbelitung.co/Dede S)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved