Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Hanya Pangkalpinang Ibukota Provinsi di Wilayah Sumatera yang Tak Masuk PPKM Level 4, Ini Kata Molen

Maulan Aklil bersyukur Pangkalpinang sebagai ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tidak masuk dalam wilayah yang menerapkan PPKM Level 4. 

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: nurhayati
Istimewa/Humas Pemkot Pangkalpinang
Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil (Molen) 

POSBELITUNG.CO -- Wali Kota Pangkalpinang  Maulan Aklil bersyukur Pangkalpinang sebagai ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tidak masuk dalam wilayah yang menerapkan Pemberlakuan Pengetatan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4.  

Padahal sebelumnya, pemerintah resmi memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, 3, dan 2.

Perpanjangan PPKM dilakukan mulai 10-16 Agustus 2021 nanti.

Baca juga: Mbappe Tak Suka Lionel Messi di PSG, Saking Bencinya Ogah Main Bersama, Minta Dijual ke Real Madrid

Namun dari Instruksi Mendagri (Inmendagri) nomor 32 tahun2021 yang mengatur pelaksanaan PPKM di luar Jawa dan Bali, hanya Kota Pangkalpinang yang sejak awal tak perlu ditetapkan PPKM level 4.

Diakui Maulan Aklil, sejak awal pihaknya memang sudah komitmen untuk mengempur permasalahan covid-19 di Kota Pangkalpinang, hingga bekerjasama seluruh sektor agar Kota Pangkalpinang tidak harus menerapkan PPKM level 4.

"Ini berkat kerja keras kita semua, saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada tim gugus tugas kita, para tenaga kesehatan yang sudah berjibaku bergerak bersama dan tentunya masyarakat Kota Pangkalpinang yang sudah bersama-sama melawan covid-19 ini, dan mentaati aturan kita selama PPKM level 3 yang humanis," ungkap Molen kepada Bangkapos.com, Kamis (12/8/2021).

Menurut Molen sapaan akrab Maulan Aklil, kepercayaan pusat terhadap Pangkalpinang tidak lepas dari upaya bersama masyarakat Kota Pangkalpinang untuk terus menjaga protokol kesehatan.

Ia menilai, selama PPKM level 3 ini ia sama sekali tak ingin membuat para UMKM di Kota Pangkalpinang ikut merasakan dampaknya.

Baca juga: Dokter Richard Lee Dijemput Polisi di Rumahnya Terkait Laporan Kartika Putri, Berikut Fakta-faktanya

Apalagi UMKM baru Kota Pangkalpinang, dan UMKM lainnya yang tetap bertahan dimasa covid-19.

"Dibalik kesulitan ini nanti akan ada kebaikannya, pusat sudah mengambil kebijakan yang harus kita patuhi, nah kita yang dipemerintah daerah ini harus melunakkan kebijakan dari atas agar daoat diterima oleh masyarakat apalagi yang terkena dampak, jangan keras tapi kebijakan tetap ada," jelasnya.

Molen mangatakan, untuk daerah negatif memang harus keras, tapi untuk para UMKM yang mau mencari uang untuk makan ia tetap mempersilahkan buka asalkan tidak menimbulkan kerumunan.

"Yang sifatnya negatif seperti arena judi, prostitusi, hiburan-hiburan malamm itu saya kira kita keras silahkan tutup tidak ada alasan. Tapi bagi kawan-kawan yang berusaha yang tidak menciptakan kerumunan ya kasihan lah kenapa tidak silahkan buka, saya rasa mereka mau cari makan kenapa harus kita larang. Mau makan disitu juga tidak masalah," tegasnya.

Baca juga: Kronologi Suami Sewa 5 Pembunuh Bayaran Habisi Selingkuhan Istri di Kalimantan

Tidak hanya itu, Molen mengatakan upaya untuk turun level menjadi level 2 bahkan 1 juga terus dilakukan.

"Kita terus kerja keras untuk turun level, mengahadapinya seperti ini jangan jadikan beban syukuri ini nikmat Allah, hadapi dengan senyuman jangan ditakut-takuti justru kita hadapi dengan hati senang, pikiran positif, jiwa yang sehat, dan kantong yang sehat. Kalau bisa ini kita lalui dengan baik covid-19 pasti bisa juga kita atasi," kata Molen.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved