Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Lebih dari 8 Ribu Pelajar SMP di Belitung Tunggu Vaksinasi Covid-19

Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belitung Marwandi mengatakan hingga saat ini belum ada sekolah yang melaksanakan vaksin

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Khamelia
(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)
Siswa SMP saat diukur suhu tubuh sebelum memasuki sekolah. Foto diambil beberapa waktu lalu saat diberlakukan pembelajaran tatap muka di sekolah. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belitung Marwandi mengatakan hingga saat ini belum ada sekolah yang melaksanakan vaksinasi. Termasuk pihaknya belum ada koordinasi terkait pelaksanaan vaksinasi kepada peserta didik

"Mungkin kalau teknis pelaksanaan vaksinasi ini dinas kesehatan lebih tahu. Kalau kami hanya punya data sekolah dan jumlah siswa. Pada prinsipnya kami menunggu jatah saja," kata dia, Jumat (20/8/2021). 

Berdasarkan data, pelajar jenjang pendidikan SMP ada 8.528 siswa. Jumlah tersebut merupakan keseluruhan dari 32 sekolah, baik SMP negeri dan swasta, serta MTs di Belitung. Dari jumlah tersebut, pihaknya belum mendata jumlah siswa yang telah mendapat vaksin. 

Sebelumnya, Dinas Kesehatan sempat mewacanakan vaksinasi bagi siswa SMP yang bisa langsung digelar di sekolah. Menanggapi hal itu, Marwandi mengatakan jika vaksinasi dilakukan di sekolah maka lebih bagus agar dapat dikontrol berapa banyak siswa yang sudah divaksin. 

"Tapi teknisnya mungkin tergantung puskesmas, seperti penyuntikan vaksin yang sudah-sudah. Paling sekarang terkendala karena belum pembelajaran tatap muka. Kalau tidak dalam pekan ini, mungkin bisa dilakukan jika situasi semakin membaik, ketika sudah belajar tatap muka," imbuh dia.

Sementara itu, vaksinasi bagi pelajar di jenjang SMA/SMK sudah dilakukan di dua sekolah. Menurut Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Provinsi Bangka Belitung Adi Zahriadi, vaksinasi di sekolah telah dilakukan di SMA Negeri 1 Membalong dan SMK Negeri 1 Sijuk. 

"Itu berdasarkan laporan yang kami terima. Kami mengharapkan siswa di sekolah lain juga divaksin," lanjut dia. 

Adi juga mengharapkan pihak sekolah berkoordinasi dengan fasilitas layanan kesehatan terdekat agar dapat melaksanakan vaksinasi di sekolah.

Meski vaksinasi bagi siswa SMA kebanyakan belum dilakukan, tapi penyuntikan vaksin Covid-19 telah banyak diberikan kepada guru dan tenaga kependidikan. 

Sempat diberitakan sebelumnya, wacana vaksinasi Covid-19 kepada pelajar sempat disampaikan pihak puskesmas kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung. Apalagi, remaja usia 12-17 tahun sudah termasuk sebagai sasaran penerima vaksin. 

Namun wacana tersebut belum bisa direalisasikan. Satu di antara alasannya karena terkait ketersediaan vaksin. 

"Vaksinnya masih untuk suntikan (dosis) kedua," kata Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung Joko Sarjono. 

Dilansir dari kompas.com, Presiden Joko Widodo mengatakan pelajar bisa melakukan pembelajaran tatap muka apabila sudah divaksin Covid-19.

"Jadi semuanya, untuk semua pelajar di seluruh Tanah Air, kalau sudah divaksin, silakan dilakukan langsung belajar tatap muka. Karena kan surat keputusan bersama (SKB) tiga menteri sudah ada," ujar Jokowi dari siaran youtube Sekretariat Presiden.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga berpesan agar para pelajar selalu waspada terhadap penularan Covid-19 dan mematuhi protokol kesehatan, terutama disiplin memakai masker. Dia meminta pelajar tetap disiplin memakai masker meski sudah divaksin. (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari) 

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved