Breaking News:

Human Interest Story

Kisah Edi Pincang Kumpulkan Uang Receh, Dapat Rp167,9 Juta BuatBeli Mobil Ambulans

Dimulai sejak Tahun 2009 lalu, Nirwandi alias Edi Pincang, Warga Desa Selinsing, Belitung Timur (Beltim) rajin mengumpulkan uang kembalian membeli rok

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: Fery Laskari
posbelitung.co
Edi dan uang receh kembaliannya sejumlah Rp167,9 juta. (Posbelitung.co/ist.EdiPincang) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Dimulai sejak Tahun 2009 lalu, Nirwandi alias Edi Pincang, Warga Desa Selinsing, Belitung Timur (Beltim) rajin mengumpulkan uang kembalian membeli rokok dan belanjanya yang lain dalam sebuah kardus di rumahnya. Uang kembalian itu dia lipat-lipat lalu diperenyok dan dilemparkan ke dalam kardus yang jauh dari jangkauannya.

12 tahun kemudian dia dihadapkan dengan peristiwa meninggalnya tetangganya yang sangat butuh ambulance untuk keperluan berobat. Karena jiwa empatinya yang tinggi dan dia teringat dengan uang receh yang dia kumpulkan, maka dia memutuskan agar membuka tabungannya tersebut.

Setelah lebih dari lima hari merapikan dan menghitungnya, dia terkaget-kaget setelah tahu jumlah uangnya. Selama 12 tahun ternyata dia sudah mengumpulkan uang sebanyak Rp167,9 juta. Dia bahkan menyuruh pegawainya agar menghitungnya beberapa kali supaya tidak salah menotalkan.

"Setelah dihitung beberapa kali, ternyata benar jumlahnya segitu. Lalu uang itu saya antarkan ke showroom untuk saya belikan ambulance. Supaya bisa menolong orang-orang yang membutuhkan pengangkutan medis," kata Edi kepada Posbelitung.co, Senin (23/8/2021).

Walaupun ia bercerita dulu tujuan awalnya mengumpulkan uang ini untuk membeli Mobil Pajero Sport, namun karena ingin berkontribusi lebih ke masyarakat ia putuskan untuk membeli mobil ambulans saja. Walaupun dia harus nombok sekitar Rp30 Juta lagi untuk mobil tersebut.

"Saat ini mobilnya sudah dipesan dan akan datang dalam waktu dekat. Semoga nantinta ambulance ini bisa berguna bagi yang membutuhkan," harap lelaki kelahiran 20 November 1976 ini.

Dia mengatakan hal ini sebagai bentuk rasa syukurnya kepada Tuhan atas rezeki yang ia dapatkan selama ini. Dia yang sebelumnya juga membangun masjid ini mengatakan bahwa pepatah 'sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit' itu benar adanya.

Dia berpesan pada anak-anak muda agar rajin menabung, bahkan jika hanya dengan uang receh sepertinya. Karena menurutnya setiap usaha tidak pernah mengkhianati hasil.

"Kalau sudah ditaruh ke tempat menabung jangan dihitung lagi. Biarkan saja dulu sampai berapa tahun. Supaya sewaktu-waktu butuh dana mendesak bisa digunakan," kata Edi. (Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved