Nelayan Ngaku Bos Restoran, Istri Lagi Hamil Rudapaksa Gadis Pekalongan, Cari Mangsa di Info Loker

Saat sedang sedang isi bensin mobilnya, gadis yang dirudapaksa teriak di dalam mobil minta tolong ke warga dan berhasil kabur

Editor: Hendra
pexels
ILUSTRASI Gadis Pekalongan Dirudapaksa 

POSBELITUNG.CO -- Seorang pria berinisial BK (22) warga Desa Karanganyar, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah pasrah saat politi berhasil menangkapnya.

Ia ditangkap saat sedang berekreasi bersama dengan istrinya yang sedang hamil muda.

BK yang berprofesi sebagai nelayan berurusan dengan polisi gara-gara telah me rudapaksa gadis berinisial DNZ (20) warga warga Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan.

Peristiwa tersebut terjadi saat BK berkenalan dengan DNZ di media sosial facebook.

BK yang berencana menipu para korbannya mengunggah status di media sosial.

Baca juga: Enak-Enakan Selingkuh, Berbuat Zina Lalu Hamil Bayinya Dibuang, Wanita Ini Ngaku Takut Tahu Keluarga

Untuk mempedaya korbannya, ia membuat status di Info Loker Pekalongan dan Sekitarnya.

Dalam status tersebut, BK menawarkan pekerjaan khusus wanita untuk bekerja di restoran.

Ia membutuhkan pekerja wanita berusia antara 19 tahun hingga 25 tahun.

Untuk menarik peminat para pelamar, BK pun membuat penawaran gaji sebesar Rp 2,5 juta per bulan.

"Peristiwa ini bermula saat tersangka BK (22) pada Minggu (8/8/2021) lalu dengan akun facebooknya bernama Wardi DewRdi mengunggah status di group 'Info Loker Pekalongan dan Sekitarnya' yang berisi 'Dibutuhkan perempun, kerja di resto dengan gaji Rp2,5 juta kusus cewek umur 19 sama 25 tahun'," terang Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria, Selasa (24/8/2021).

Melihat postingan tersebut, korban berminat dan mengajak komunikasi BK yang mengaku sebagai pemilik warung makan Dian Sari, Pemalang.

Baca juga: Buaya Sepanjang 3 Meter Ludes Dimakan 5 TKA Cina, Daging Hingga Tulang Dijadikan Sop, Ini Kata BKSDA

Selanjutnya, tersangka menyampaikan bahwa korban langsung diterima kerja dan akan dijemput oleh sopir travel yang telah disewa.

"BK setiap harinya sebagai nelayan dan hanya mengarang saja nama rumah makan itu, serta memang tidak ada lokasi warungnya," imbuhnya.

AKBP Arief menjelaskan, pada hari Kamis (12/8/2021) pelaku menjemput korban.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved