Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Siswa Lebih Suka Belajar di Sekolah daripada Belajar Daring  

Sekolah-sekolah yang dinaungi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belitung mulai menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, Kamis (28/8/

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Fery Laskari
posbelitung.co
Siswa SDN 17 Tanjungpandan saat belajar di kelas, Kamis (26/8/2021). (Posbelitung.co/Disa Aryandi) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Sekolah-sekolah yang dinaungi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belitung mulai menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, Kamis (28/8/2021). Para siswa pun memulai hari pertama belajar di sekolah.

Seperti halnya siswa di SD Negeri 17 Tanjungpandan. Siswa nampak antusias belajar, menyimak penjelasan dari guru. Selama belajar, siswa dan guru tetap harus menggunakan masker. Dalam sehari, siswa mengikuti pelajaran selama 3-4 jam di sekolah.

Bahkan ketika guru mengajukan pertanyaan dan meminta siswa menjawab pertanyaan matematika di papan tulis, para siswa bersemangat unjuk tangan. Suasana pembelajaran terasa lebih hidup karena interaksi guru dan para siswa.

"Senang karena bisa sekolah lagi, udah kangen teman-teman," ujar siswa kelas 5 SDN 17 Tanjungpandan Halik Al Fauzan.

Ia mengaku lebih menyukai belajar di sekolah daripada belajar secara daring. Karena bisa bertemu dengan teman-teman sekolahnya.

Hal senada juga disampaikan siswi putri di kelas itu. Ia pun merasa senang bisa belajar kembali dengan kawan-kawan.

Mulai Pukul 7.30 WIB hingga pukul 11.30 WIB, para siswa kelas 4, 5, dan 6 belajar di sekolah. Menurut Kepala SD Negeri 17 Tanjungpandan Sapta Nugraha, selama di sekolah siswa tetap diharuskan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Masuk harus memakai masker dan cuci tangan, kemudian masuk ke dalam kelas dan selama pembelajaran tidak ada istirahat, istirahatnya hanya di dalam kelas, siswa membawa bekal masing-masing. Tidak boleh meminjam alat tulis," jelasnya.

Sebelum masuk, pihak sekolah juga memberikan daftar cek yang harus dipenuhi anak dan orang tua. Daftar tersebut memuat kondisi kesehatan siswa dan orang tua.

"Ketika ada anak atau keluarga yang positif Covid-19 kami arahkan untuk belajar daring. Anak-anak yang masuk sudah dalam kondisi sehat, sudah check list yang berkenaan dengan penerapan prokes," tambah dia.

Dalam mempersiapkan masuk sekolah, sebelumnya para guru juga telah mendapat vaksinasi Covid-19 dua dosis. Baik guru dan orang tua, lanjut Sapta, memang proaktif menyampaikan kondisi terpapar Covid-19, sehingga pihak sekolah pun bisa cepat melakukan langkah antisipasi.

"Alhamdulillah selama ini tidak ada kejadian, guru juga proaktif karena kuncinya kesehatan dan keselamatan guru dan siswa yang utama bagi kami," katanya. (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved