Breaking News:

Harga Ikan hingga Bawang Merah Naik, Picu Inflasi di Tanjungpandan, Belitung, pada Agustus 2021

Sementara, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran serta kelompok pakaian dan alas kaki tidak mengalami perubahan.

Editor: Novita
posbelitung.co/Novita
Sejumlah kendaran melintasi kawasan Bundaran Satam di Kota Tanjungpandan, Sabtu (28/8/2021). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Belitung mencatat, pada Agustus 2021 Kota Tanjungpandan mengalami inflasi sebesar 0,28 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) 109,32.

Adapun tingkat inflasi tahun kalender sebesar 2,51 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Agustus 2021 terhadap Agustus 2020) sebesar 4,69 persen.

Dalam rilis yang diterima posbelitung.co, Rabu (1/9/2021), BPS menyebutkan, inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian indeks kelompok pengeluaran.

Yakni, kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,26 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,32 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,08 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,37 persen; kelompok transportasi sebesar 0,56 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,23 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,03 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,64 persen; serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,44 persen.

Sementara, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran serta kelompok pakaian dan alas kaki tidak mengalami perubahan.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Agustus 2021 antara lain, ikan ekor kuning, ikan tongkol, ikan kerisi, cumi-cumi, ikan kembung, bahan bakar rumah tangga, ikan bulat, pelumas/oli mesin, bawang merah, dan pasta gigi.

Sementara itu, beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga di antaranya daging ayam ras, cabai rawit, kangkung, udang basah, dan ketimun.

Pada Agustus 2021 dari 11 kelompok pengeluaran, sebanyak 9 kelompok memberikan andil/sumbangan inflasi dan 2 kelompok tidak memberikan andil/sumbangan deflasi maupun inflasi.

Kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan terhadap inflasi, yakni kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,0990 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,0541 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,0039 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,0069 persen; kelompok transportasi sebesar 0,0612 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,0110 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,0006 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,0099 persen; serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,0234 persen.

Adapun Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran serta kelompok pakaian dan alas kaki tidak memberikan andil/sumbangan terhadap inflasi maupun deflasi.

Selain itu, pada Agustus 2021 kelompok energi mengalami inflasi sebesar 0,31 persen dengan IHK sebesar 100,90.

Sementara itu, komponen bahan makanan pada Agustus 2021 mengalami inflasi sebesar 0,34 persen dengan IHK 114,77.  (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved