Teganya Pemilik Lahan, Akses ke Sekolah Dipagari Beton Setinggi 3 Meter Siswa Terpaksa Lewat Kuburan

Sudah bertahun-tahun sekolah berdiri, tiba-tiba pemilik lahan menutup pintu gerbang sekolah dengan membangun pagar tembok setinggi 3 meter

Editor: Hendra
(KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA)
Akses masuk ke SDN Tugu 2 Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, pagar tembok setinggi 3 meter oleh pemilik lahan di depannya, Selasa (1/9/2021) 

Gerbang Sekolah Dibentengi Pagar Tembok 3 Meter, Siswa Sulit Bersekolah, Polisi Cari Pemilik Lahan

POSBELITUNG.CO, TASIKMALAYA,  - Siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tugu 2, Cihideung, Kota Tasikmalaya sulit untuk akses menuju ke sekolahnya.

Pasalnya, pintu masuk ke sekolah dibentengi dengan pagar tembok setinggi 3 meter oleh pemilik lahan.

Aparat kepolisian dari Polsek Cihideung, Polresta Tasikmalaya, harus turun tangan mengatasi masalah ini.

Aparat kepolisian juga mencari pemilik lahan dan mengecek keabsahan sertifikat pemilik lahan yang mendirikan "benteng" beton tersebut.

Baca Berita Lainnya: Wanita Ini 7 Tahun Tak Bisa Tidur, Tubuhnya Bergerak Meski Baring di Kasur, Bingung Penyakitnya Aneh

Soalnya, selama ini sudah bertahun-tahun lamanya sekolah tersebut memakai akses jalan utama ke tanah yang kini tertutup seluruhnya oleh pagar beton tersebut.

"Saya sudah cek ke Kelurahan Tugujaya, ternyata betul sesuai data dari Kelurahan, tanah itu milik seorang warga. Kami pun mengecek satu lagi tanah di depan sekolah itu, ternyata di Kelurahan belum tercatat jelas siapa pemiliknya," jelas Kepala Polsek Cihideung, Polresta Tasikmalaya, AKBP Zaenal Mutaqin, kepada wartawan seusai mengecek lokasi bangunan sekolah, Selasa (1/9/2021).

Zaenal menambahkan, pihaknya turun langsung memantau permasalahan ini karena khawatir ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi menjadi lebih keruh.

Sehingga, Kepolisian akan terus mengawasi penyelesaian permasalahan ini yang dilakukan oleh Pemkot Tasikmalaya, supaya sekolah tersebut memiliki akses jalan utama kembali ke depan Jalan SL Tobing, Kota Tasikmalaya.

Apalagi, Kepolisian berharap adanya solusi supaya jalan kembali dibuka karena demi kepentingan pendidikan tanpa merugikan berbagai pihak yang terkait.

Baca Berita Lainnya: Sosok Brigjen Juansih, Polwan Bergelar Doktor, Karir Mentereng Kenyang Pengalaman di Luar Negeri

"Ini kan permasalahannya sangat sentral sekali tentang kepentingan pendidikan. Kami berharap proses komunikasi akan berjalan lancar antara perwakilan Pemkot Tasikmalaya dan pemilik lahan," tambah dia.

Tanah depan SD ada 2 ahli waris

Sembari proses itu dilaksanakan, lanjut Zaenal, pihaknya pun akan melakukan pertemuan dengan para pemilik lahan di depan sekolah tersebut.

Sesuai data Kelurahan setempat, lahan depan bangunan sekolah tersebut dimiliki oleh dua orang.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved