Breaking News:

Kasus Pembunuhan di Aik Ketekok, JPU Kejari Belitung Banding Atas Putusan Peson dan Santo

Tujuh hari pasca putusan majelis hakim PN Tanjungpandan atas dua perkara pembunuhan, Kejari Belitung akhirnya menyatakan banding.

Penulis: Dede Suhendar | Editor: M Ismunadi
posbelitung.co/dokumentasi
Sidang pembacaan putusan perkara pembunuhan atas terdakwa Darwin alias Peson, Kamis (26/8/2021). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Tujuh hari pasca putusan majelis hakim PN Tanjungpandan atas dua perkara pembunuhan, Kejari Belitung akhirnya menyatakan banding.

Seperti yang diketahui majelis hakim memvonis Darwin alias Peson terdakwa perkara pembunuhan berencana 20 tahun penjara sementara tuntutan jaksa seumur hidup.

Sedangkan terdakwa Santo divonis 15 tahun penjara atas perkara pembunuhan dengan tuntutan seumur hidup.

Baca juga: Video - Mendagri Tito Karnavian Sampaikan Beberapa Point Untuk Belitung

Baca juga: 168 ASN di Belitung Timur Kena Mutasi, Burhanudin : Tanamkan Budaya Malu, Tidak Ada yang Dibuang

Sebelumnya pada sidang putusan yang digelar pada Kamis (26/9/2021) pekan lalu, JPU menyatakan pikir-pikir.

"Iya kami sudah mengajukan banding dan telah mengajukan berkas ke PN Tanjungpandan," ujar JPU Kejari Belitung Tri Agung Wibowo pada Jumat (3/9/2021).

Ia menjelaskan pertimbangan pengajuan banding karena putusan dari pengadilan kurang memenuhi rasa keadilan.

Menurutnya dalam perkara pembunuhan di Desa Aik Ketekok, terdakwa Darwin alias Peson dituntut kurungan penjara seumur hidup sebagaimana dakwaan Primair Pasal 340 KUHPidana Tentang Pembunuhan Berencana.

Namun putusan majelis hakim PN Tanjungpandan jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa dengan menvonis terdakwa kurungan penjara selama 20 tahun.

"Dalam perkara ini, terdakwa melakukan pembunuhan berencana dengan sangat sadis. Unsur pasal 340 KUHP sudah terpenuhi, maka dari itu kami lakukan banding," katanya.

Sedangkan perkara pembunuhan di Jalan Jawa, Desa Cerucuk atas terdakwa Santo, JPU Kejari Belitung juga menuntut kurungan penjara seumur hidup.

Jaksa menilai, perbuatan terdakwa sudah memenuhi unsur Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana yang menewaskan kakek Arifin.

Namun, majelis hakim justru memvonis terdakwa Santo kurungan penjara selama 15 tahun karena terbukti melanggar Pasal 338 KUHP.

"Dasar banding juga sama, putusan tidak memenuhi rasa keadilan. Ditambah pasal yang dibuktikan hakim berbeda dengan yang dibuktikan jaksa," kata Agung. (posbelitung.co/dede s)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved