Wisatawan Mulai Serbu Yogyakarta di Akhir Pekan, Perdagangan Belum Ramai

Di sebelah barat titik nol, para wisatawan terlihat sedang tawar menawar harga untuk naik becak motor (bentor).

Editor: Tedja Pramana
kompas.com
Tugu pusat kota Yogyakarta. 

POSBELITUNG.CO, YOGYAKARTA - Yogyakarta diserbu wisatawan pada hari Minggu (5/9/2021). Pantauan Kompas.com wisatawan menggunakan bus-bus pariwisata mulai masuk Kota Yogyakarta dan parkir di Jalan KH Ahmad Dahlan

Di sebelah barat titik nol, para wisatawan terlihat sedang tawar menawar harga untuk naik becak motor (bentor).

Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengakui sejak pagi, Yogyakarta mulai ramai dikunjungi. Namun, pagi hari kebanyakan adalah para pesepeda yang mulai memadati Kota Yogyakarta.

"Minggu pagi memang sudah kelihatan ramai, tetapi ramai pe-gowes yang mampir dan melintas di Malioboro. Sementara aktivitas perdagangan masih belum ramai," kata dia, Minggu (5/8/2021).

Heroe juga tidak menampik kawasan Malioboro pada Sabtu malam mulai mengalami peningkatan pengunjung. Namun menurut dia, pengunjung yang datang dengan kendaraan pribadi masih didominasi oleh pelat nomor sekitar Yogyakarta.

"Ya, kalau melihat yg parkir di seputaran Malioboro masih didominasi oleh pelat nomor dari wilayah Yogyakarta. Semalam, memang sudah ada aktivitas yang meningkat di Malioboro, tetapi masih jauh dari aktivitas normal atau sebelum PPKM," jelas dia.

Antisipasi kerumunan di Malioboro
Untuk mengantisipasi wisatawan yang berkerumun di area Malioboro pihaknya telah menyiapkan petugas Jogoboro. Para petugas akan membubarkan wisatawan yang berkerumun lebih dari tiga orang.

"Petugas Jogoboro tetap aktif membubarkan kerumunan setiap 3 orang lebih. Terus mengingatkan warga yang maskernya tidak dikenakan secara benar," kata dia.

Bregodo Jogo MalioboroDok. Visiting Jogja Bregodo Jogo Malioboro
Terkait bus pariwisata yang mulai masuk ke Yogyakarta, untuk sementara waktu Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta dibantu dengan Polresta Yogyakarta melakukan sweeping di sejumlah tempat.

Sweeping bertujuan untuk melakukan pengecekan surat-surat seperti kartu vaksin, hasil swab antigen negatif, dan keterangan domisili.

Heroe juga mengimbau agar posko-posko Covid-19 di tingkat RT untuk mengingatkan warganya agar lebih baik di rumah saat akhir pekan jika tidak ada kepentingan mendesak.

Sementara itu, Kepala Satpol PP DIY Noviar Rahmad mengungkapkan, pada akhir pekan ini ada 1.000 kendaraan yang nekat masuk ke wisata pantai Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Mereka pun diminta putar balik.

"Kalau akhir pekan Sabtu sampai Minggu itu 1.000 kendaraan kami minta putar arah. Mereka mencoba masuk ke kawasan pantai," ungkapnya.

Lanjut Noviar, para wisatawan yang nekat masuk ke destinasi wisata tidak memiliki tiket masuk karena pos retribusi belum dibuka pemerintah kabupaten.

"Mereka masuk lewat jalan-jalan warga karena sudah tahu di pintu masuk tempat wisata dijaga anggota kami dari SAR Rescue Istimewa," jelas Noviar.

Petugas yang berjaga di pintu masuk kawasan pantai kewalahan saat menghalau wisatawan yang nekat datang ke destinasi wisata.

Tak hanya karena jumlahnya, para petugas juga direpotkan banyaknya warga yang menjadi penunjuk jalan.

"Warga setempat justru jadi penunjuk arah. Ada upahnya kan dia jadi ya semakin susah," imbuhnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Yogyakarta Mulai Diserbu Wisatawan Saat Akhir Pekan"

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved