Breaking News:

PCR Palsu

Diduga Gunakan PCR Palsu, 11 Penumpang Pesawat Bandara HAS Ini Hadiri Pernikahan Saudara di Belitung

ke-11 orang tersebut kini sedang dilakukan pemeriksaan oleh aparat kepolisian. Belasan orang ini rencananya ingin pulang ke Bandung, Jawa Barat

Penulis: Disa Aryandi | Editor: Khamelia
Pos Belitung/Disa Aryandi
Belasan orang yang diduga melakukan swab PCR palsu untuk keperluan keberangkatan di Bandara HAS Hanandjoeddin Tanjungpandan, Senin (6/9/2021) ketika melakukan swab di Posko Swab Gratis pusat kota Tanjungpandan. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Rombongan penumpang pesawat berjumlah 11 orang di Bandara HAS Hanandjoeddin Tanjungpandan, Belitung diduga menggunakan dokumen PCR palsu, Senin (6/9/2021).

Ke-13 orang tersebut kini sedang dilakukan pemeriksaan oleh aparat kepolisian. Belasan orang ini rencananya ingin pulang ke Bandung, Jawa Barat menggunakan penerbangan pukul 08.30 WIB.

"Kami mau pulang ke Bandung. Habis ada acara di Belitung," ucap Soleh Hidayat (31), salah satu rombongan tersebut kepada posbelitung.co, Senin (6/9/2021).

Warga Purwakarta, Provinsi Jawa Barat itu datang ke Belitung pada Sabtu (4/9/2021) untuk menghadiri acara pernikahan keluarganya di Desa Pelepak Pute, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung.

Baca juga: BREAKING NEWS Belasan Orang Diduga Gunakan PCR Palsu di Bandara HAS Hanandjoeddin Tanjungpandan

Baca juga: Diduga Menggunakan Surat PCR Palsu, 13 Orang Jalani Pemeriksaan Antigen dengan Hasil Negatif

"Acara nikahan ke sini (Belitung), ini mau pulang lagi ke Bandung. Ya ini rombongan semua," ujarnya.

Sebelumnya, petugas Bandara HAS Hanandjoeddin Tanjungpandan, dan Petugas Kantor Karantina Pelabuhan (KKP) Tanjungpandan, Belitung, Senin (6/9/2021) menemukan dukomun PCR diduga palsu kepada 11 orang penumpang.

Rombongan ini ditemukan menggunakan dokumen PCR palsu tersebut, setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas ketika hendak melakukan keberangkatan tujuan Bandara Soekarno Hatta Jakarta.

"Iya ada 11 orang. Itu kami curigai ketika melakukan validasi data dan pengecekan," kata Executive General Manager PT Angkasa II Cabang Bandara HAS Hanandjoeddin Tanjungpandan Untung Basuki kepada Pos Belitung, (6/9/2021).

Awalnya, kata dia, pemalsuan dokumen PCR itu diketahui, karena prosedur pengecekan dokumen penumpang di Bandara HAS Hanandjoeddin Tanjungpandan, petugas wajib melakukan pengecekan atau validasi data pada aplikasi peduli lindungi.

"Tetapi hasil swab nya tidak muncul di aplikasi itu. Ya seharusnya masuk, maka dari itu dilakukan secara manual oleh petugas KKP," ujarnya. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved