Breaking News:

Berita Belitung

KPPN Tanjungpandan Tuntaskan End User Sakti ke Seluruh Satker di Pulau Belitung

Layanan SAKTI merupakan aplikasi yang digunakan sebagai sarana bagi satker untuk mendukung implementasi SPAN dalam melakukan pengelolaan keuangan.

Penulis: Dede Suhendar | Editor: Eltjandring
(dok pribadi)
Kepala KPPN Tanjungpandan Yessy Silvia Maharani. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Dalam upaya terus menciptakan layanan publik dan akuntabilitas pengelolaan APBN semakin baik menghadapi tahun 2022 KPPN Tanjungpandan akan menerapkan layanan berbasis aplikasi Sistem Akuntansi Keuangan Tingkat Instansi (SAKTI) kepada satuan kerja vertikal maupun daerah.

Layanan SAKTI merupakan aplikasi yang digunakan sebagai sarana bagi satker untuk mendukung implementasi SPAN dalam melakukan pengelolaan keuangan yang meliputi tahapan perencanaan hingga pertanggungjawaban anggaran.

Demi menyamakan persepsi, KPPN Tanjungpandan menggelar End User Training (EUT) SAKTI selama dua pekan mulai tanggal 23 Agustus sampai 3 September 2021 yang diikuti oleh 36 satker lingkup pulau Belitung.

Kegiatan tersebut dilakukan secara full day sejak 08.00-17.00 WIB melalui Layanan Istimewa (LaIs) KPPN secara daring.

Kepala KPPN Tanjungpandan, Yessy Silvia Maharini mengatakan kegiatan EUT SAKTI Web Full Modul merupakan salah satu tahapan dari roll out SAKTI yang akan diimplementasikan pada tahun 2022 mendatang.

"Untuk menjamin kesiapan satker dalam pengunaan SAKTI, kepada para pejabat dan operator pengelola DIPA satuan kerja se Kabupaten Belitung dan Belitung Timur diberikan pelatihan intensif dan interaktif oleh para trainer KPPN," ujar Yessi melalui rilis KPPN Tanjungpandan, Senin (6/9/2021).

Ia menjelaskan pelatihan yang diberikan meliputi teori dan praktik penggunaan aplikasi SAKTI yang mendalami delapan modul materi yaitu penganggaran, komitmen, pembayaran, bendahara, persediaan, aset tetap, pelaporan dan administrator.

Modul-modul tersebut dibagi dalam dua kelompok modul besar, yaitu pelaksanaan dan pelaporan.

Modul pelaksanaan meliputi kegiatan mulai dari perekaman data supplier, pembuatan Surat Permintaan Pembayaran (SPP), hingga pengiriman Surat Perintah Membayar (SPM) ke KPPN.

Sedangkan modul pelaporan akan digunakan dalam menyusun laporan Sistem Akuntansi Instansi (SAI) dan Lembar Pertanggungjawaban (LPJ) bendahara.

Peran setiap pihak di satuan kerja mulai dari operator, bendahara, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar (PPSPM) maupun Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) sangat penting dalam pengelolaan APBN.

"Oleh karena itu, dalam pelaksanaan EUT SAKTI ini dilakukan praktik langsung melalui server latihan. Demikian pula One Time Password (OTP) untuk proses persetujuan transaksi pejabat telah diimplementasikan secara langsung," kata Yessy.

Di tengah padatnya alur bisnis tersebut, antusiasme satuan kerja dalam belajar serta semangat para trainer KPPN dalam memberikan pelatihan, menjadikan KPPN Tanjungpandan sebagai KPPN paling tinggi ke empat secara persentase yang berhasil melakukan ketuntasan penyelesaian transaksi modul pembayaran, komitmen, dan bendahara diantara KPPN lain se-Indonesia yang juga melangsungkan EUT SAKTI pada minggu yang sama.

“Harapan kami, seluruh rangkaian pelatihan ini berjalan secara efektif dan optimal sehingga pada awal tahun anggaran 2022 tidak ada kendala yang terjadi dalam proses pencairan dana yang dihadapi oleh satuan kerja dan KPPN," katanya.

(posbelitung.co /dede s)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved