Breaking News:

PCR Palsu

Polisi Tetapkan Satu Tersangka Kasus Dugaan Pemalsuan 11 Surat Hasil PCR Palsu

Satreskrim Polres Belitung menetapkan satu tersangka kasus dugaan pemalsuan surat keterangan swab PCR pada Selasa (7/9/2021).

Penulis: Dede Suhendar | Editor: Khamelia
(posbelitung.co /dede s)
Kasubsi Penmas Sihumas Polres Belitung Ipda Belly Pinem didampingi Kanit Resum Aipda Pirhot Lubis menunjukan bukti surat PCR yang diduga palsu, Selasa (7/9/2021). 

POSBELITUNG.CO -- Satreskrim Polres Belitung menetapkan satu tersangka kasus dugaan pemalsuan surat keterangan swab PCR pada Selasa (7/9/2021).

Tersangka Narli Fauzan Noviansyah (29) diduga merupakan otak pemalsuan 11 surat PCR untuk keluarganya yang ingin berangkat dari Belitung menuju Jakarta pada Senin (6/9/2021) kemarin pagi.

"Untuk tersangka dijerat Pasal 263 KUHPidana dengan ancaman maksimal enam tahun penjara," ujar Kasubsi Penmas Sihumas Polres Belitung Ipda Belly Pinem didampingi Kanit Resum Aipda Pirhot Lubis saat menggelar konfrensi pers.

Ia menjelaskan kronologis kejadian berawal saat pelapor Yeni Wahyudi perwakilan RS Utama mendapatkan laporan dari petugas KKP Bandara H AS Hanandjoeddin Tanjungpandan menanyakan keabsahan surat PCR milik 11 orang penumpang pesawat pada Senin (6/9/2021) sekitar pukul 07.47 WIB.

Setelah dilakukan pengecekan data, pihak rumah sakit menyatakan tidak pernah mengeluarkan surat PCR atas nama 11 orang tersebut.

Sehingga rombongan digiring ke Mapolres Belitung untuk dimintai keterangan yang sebelumnya menjalani pemeriksaan swab antigen di pos swab gratis Bundaran Tugu Satam.

Pinem menjelaskan, modus tersangka melakukan perbuatan tersebut dikarenakan biaya swab PCR di Belitung mahal, sementara tersangka membawa rombongan keluarga berkunjung ke Belitung.

Kedatangan rombongan ini bertujuan untuk menghadiri pesta pernikahan tersangka di Jalan Buding, Desa Pelepak Pute, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung.

"Jadi tersangka terpikir membuat surat keterangan swab PCR palsu pada tanggal 3 September 2021 yang seolah-olah dikeluarkan oleh RS Utama," ungkapnya.

Menurutnya tersangka sempat mencari referensi contoh surat PCR atau antigen melalui website RS Utama pada Jumat (3/9/2021) lalu.

Setelah mendapatkan contoh surat dari internet, tersangka langsung membuat sendiri 11 lembar surat PCR palsu pada Sabtu (4/9/2021) sekitar pukul 00.15 WIB.

Lalu, rombongan keluarga tersangka berangkat menuju Belitung pada Minggu (5/9/2021) lalu untuk menghadiri pesta pernikahannya.

"Tersangka juga memberikan cap berlogo RS Utama di semua surat PCR, dimana cap tersebut sebelumnya dipesan di Jalan Depati Ukur, daerah Bandung," kata Pinem. (posbelitung.co /dede s)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved