Breaking News:

Pria Perlu Waspada Kanker Prostat, Yuk Jaga Pola Hidup Sehat

Padahal pendeteksian dini penyakit ini sangat diperlukan agar semakin tinggi harapan hidup pada pasien.

Penulis: tidakada008 | Editor: Jaryanto
Istimewa
Ilustrasi. 

POSBELITUNG.CO - Ketua Prostate Cancer Awareness Month dr Agus Rizal Ardy Hariandy Hamid SpU (K) PhD, mengatakan, kanker prostat pada laki-laki memang dapat dialami seseorang karena faktor usia, ras, riwayat keluarga, perubahan gen, serta sindrom metabolik seperti diabetes, kolesterol, dan obesitas.

Namun perlu dipahami, kemunculan kanker ini juga dapat dipicu pola hidup yang buruk.

"Gaya hidup yang tidak sehat seperti kebiasaan merokok, pola diet yang tidak baik serta kurangnya seseorang dalam berolahraga dapat meningkatkan risiko terkena kanker prostat pada pria," ujar dr Agus Rizal, dalam virtual media briefing bertajuk 'Kenali Prostatmu: Pentingnya Deteksi Dini dan Penanganan Kanker Prostat pada Orang Dewasa', Senin (6/9/2021).

Baca juga: Ada Anggapan Minum Susu Bikin Jerawatan, Benarkah? Begini Penjelasan Pakar

Baca juga: Peringatan Buat Kamu yang Mimpi Datang ke Pernikahan Orang, Bersiap Hadapi Masalah Ini

Sementara itu, Kepala Departemen Urologi FKUI-RSCM Dr dr Irfan Wahyudi SpU(K) mengatakan bahwa mayoritas pasien yang mendatangi fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) seperti rumah sakit, didiagnosis telah memasuki stadium lanjut.

Ini karena belum optimalnya sistem deteksi dini terkait kasus kanker prostat di Indonesia.

"Salah satu tahapan penting dalam memulai tata laksana kanker prostat adalah deteksi dini dan ini harus dilakukan sesegera mungkin," kata Irfan.

Padahal pendeteksian dini penyakit ini sangat diperlukan agar semakin tinggi harapan hidup pada pasien.

"Pasien kanker prostat yang didiagnosis dan ditatalaksana pada stadium dini, ternyata memiliki angka harapan hidup selama 10 tahun mencapai di atas 90 persen. Angka ini akan menurun sampai menjadi 50 persen apabila ditemukan pada stadium lanjut," jelas Irfan.

Baca juga: Presiden Guinea Diculik Pasukan Khusus, Negaranya Dikudeta Gegara Ubah Konstitusi Presiden 3 Periode

Baca juga: Pelatih Olahraga di Beltim Dapat Pelatihan Fisik, Jafri: Tunjang Prestasi Atlet

Sementara itu di Indonesia, saat ini terdapat cukup banyak angka kejadian kasus kanker prostat baru yang justru ditemukan dalam stadium lanjut.

"Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya program deteksi dini yang lebih baik dan efisien," papar Dr. Irfan.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved