Breaking News:

Terduga Trauma Psikis Akibat Dibully di Medsos, Bantah Melakukan Pelecehan ke MS

MS masih menjalani pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Pusat.MS merupakan pegawai KPI yang diduga jadi korban perundungan dan pelecehan seksual

Penulis: tidakada008 | Editor: Tedja Pramana
Tribunnews.com/Fandi Permana
Kuasa Hukum Terlapor Kasus Pelecehan Seksual RT dan EO, Tegar Putuhena (kiri) bersama kuasa hukum RM Anton Febrianto memberikan keterangan pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Pusat, Senin (6/9/2021). 

POSBELITUNG.CO - MS pegawai KPI yang diduga jadi korban perundungan dan pelecehan seksual dari lima rekan kerjanyamasih menjalani pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Pusat.

Dua dari lima terduga pelaku adalah RT dan EO.

Kuasa hukum terlapor RT dan EO, Tegar Putuhena menyebut kliennya saat ini mengalami trauma psikis akibat datanya tersebar.

Menurut Tegar, tindakan MS sangat bertolak belakang dan menganggap tindakan korban dinilai keterlaluan dan pengakuan itu dilakukan secara sepihak.

"Pertama saya ingin jelaskan bahwa klien kami masih menjalani pemeriksaan dari siang tadi dan sekarang masih berlangsung kawan ada beberapa pertanyaan tambahan. Adapun pengakuan melalui surat terbuka yang diduga dibuat MS sangat bertolak belakang dengan fakta yang ada," kata Tegar Putuhena di Polres Metro Jakarta Pusat, Senin (6/9/2021).

Tegar menegaskan bahwa kliennya membantah ada kejadian seperti yang disebutkan MS pada 2015 silam.

Menurutnya, MS dan kelima terlapor kerap bercanda layaknya rekan kantor pada umumnya dan hal itu biasa terjadi sejak perkenalan korban dengan para terlapor.

"Selama pemeriksaan, penyidik fokus untuk mendalami soal kejadian di tahun 2015 dan sejauh ini menurut klien kami bahwa peristiwa itu sama sekali tidak ada. Karena sudah terlanjur viral, klien kami meluruskan bahwa tidak ada peristiwa itu dan tidak didukung oleh bukti apapun," jelas Tegar.

Tegar menambahkan menyayangkan bahwa dugaan pelecehan seksual dan perundungan terhadap MS hanya berasal dari satu sumber informasi tanpa melakukan kroscek terlebih dahulu.

Akibatnya, kliennya mengalami perundungan di media sosial yang juga menyasar ke pihak keluarga hingga anak-anak dari terlapor,

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved