Breaking News:

Wamenkes Pastikan Covid-19 Varian Mu Belum Terdeteksi di Indonesia

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono memastikan, varian Mu belum ada di Indonesia.

Penulis: tidakada008 | Editor: Jaryanto
Freepik
Ilustrasi Covid-19. 

POSBELITUNG.CO, JAKARTA - Covid-19 varian mu belum ada di Indonesia. Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono memastikan hal itu mengacu pada hasil pelacakan melalui metode Whole Genome Sequencings (WGS) dari 7.000 sampel.

Menurut Dante, semakin banyak kasus berkembang dan semkain lama pandemi berlangsung maka virus akan melakuakn modifikasi dan mutasi.

Untuk varian yang pertama kali terdeteksi di Kolombia ini disebut-sebut memiliki sifat resistensi terhadap vaksin dalam skala laboratorium.

Meski demikian, penyebarannya tidak secepat varian delta.

"Mudah-mudahan varian mu ini akan abortif seperti varian Lambda seperti beberapa waktu yang lalu," kata Dante saat memberikan keterangan terkait PPKM, Senin (6/9/2021) malam.

Untuk diketahui, saat ini varian mu atau B.1621 sedang dalam pengamatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) atau masuk kategori Varian of Interest (VoI).

Dikutip dari laman Sputnik News, Jumat (3/9/2021), sebanyak 48 kasus telah diidentifikasi di Inggris, bersamaan dengan ratusan lainnya di Amerika Serikat (AS), dengan total kasus di seluruh dunia mencapai sekitar 4.500.

Dikutip dari theconversation.com pada Senin (6/9/2021), varian terbaru Covid-19 tersebut masuk dalam variant of interest (VOI) alias varian 'menarik'.

Dilansir washingtonpost.com pada Jumat (3/9/2021), varian mu itu pertama kali ditemukan di Kolombia pada Januari lalu.

Kini varian terbaru Covid-19 itu telah ditemukan di 39 negara, di antaranya Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang, Ekuador, Kanada, dan sebagian negara-negara di benua Eropa.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved