Fenomena Milky Seas Terjadi di Laut Selatan Jawa, Apa Penyebabnya? Simak Penjelasannya

Nah, fenomena aneh ini terjadi di sekitar Laut Selatan Jawa. Seperti apa fenomena milky seas dan bagaimana bisa terjadi?

Editor: Novita
Pixabay
Ilustrasi fenomena alam milky seas 

Penyebab terjadinya fenomena alam ini karena adanya warna iluminasi yang terpancar dari organisme laut, seperti nano atau mikro planton. 

Nano atau mikro planton tersebut mengandung zat fosfor, sehingga bisa menghasilkan cahaya yang terang di malam hari

Permukaan lautan bisa terus berwarna, karena ada ribuan hingga jutaan mikro atau nano platon yang hidup di permukaan laut

Di Indonesia, satu di antara wilayah yang memiliki potensi tersebut ada di Samudera Hindia, Selatan Jawa. 

Fenomena alam ini terjadi pada kurun waktu antara Juni-Oktober.

Mengapa Milky Seas Terjadi pada Bulan Juni-Oktober? 

Menurut Dr Widodo Setiyo Pranowo, milky seas bisa dihubungkan dengan fenomena upwelling

Fenomena upwelling adalah fenomena naiknya massa air laut pada kedalaman tertentu menuju ke kedalaman yang lebih dangkal. 

Artinya, ketika massa air laut naik, maka zat hara akan terangkat ke atas.

Dalam kondisi ini, zat hara digunakan oleh fitoplanton untuk berfotosintesis. 

Widodo juga mengungkapkan bahwa ketika zat hara banyak, maka semakin banyak pula fitoplanton yang  berkembang biak.  

Perlu diketahui, fitoplanton ataupun zooplanton memiliki spesies yang beragam.

Dan setiap spesies memilki warna yang berbeda-beda. 

Ketika jumlah fotoplanton dan zooplanton sangat banyak, maka akan dihasilkan warna laut yang unik. Keunikan warna ini disebut dengan iluminasi warna. 

Iluminasi warna ini hanya terjadi di malam hari sehingga tidak akan ditemukan saat siang hari. 

Iluminasi warna terbentuk dari dua komponen, antara lain organisme planton dan gelombang panjang dari sinar matahari.  (*)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Fenomena Milky Seas Terjadi di Indonesia, Fenomena Alam Apa itu? Ini Penjelasannya

Sumber: Kidnesia
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved