Para Ilmuwan Terus Melacak Varian Baru Virus Covid-19, Begini Analisis soal Delta, Lamda, dan Mu

Beberapa mutasi bahkan 'telah melengkapi virus' dengan cara yang lebih baik untuk bisa menginfeksi manusia atau menghindari perlindungan vaksin.

Editor: Jaryanto
Kolase tribunstyle dan tribunnewsmaker
Ilustrasi. 

Lalu bagaimana dengan varian Lambda? Varian Lambda telah menarik perhatian sebagai ancaman baru yang potensial.

Namun versi lain virus corona yang kali pertama diidentifikasi di Peru pada Desember lalu ini tampaknya sedang mengalami penurunan kasus.

Menurut data yang dimiliki GISAID, yakni database yang melacak varian SARS-CoV-2, meskipun kasus yang melibatkan Lambda sempat mengalami peningkatan pada Juli lalu, namun laporan kasus infeksi baru varian ini telah turun secara global selama empat pekan terakhir.

WHO pun mengklasifikasikan Lambda sebagai varian yang menarik.

Ini mengindikasikan bahwa varian ini membawa mutasi yang diduga menyebabkan perubahan penularan atau penyakit yang lebih parah, namun temuan ini masih dalam penyelidikan.

Studi laboratorium menunjukkan Lambda memiliki mutasi yang dapat melawan antibodi yang diinduksi vaksin.

Selanjutnya, bagaimana dengan varian Mu sebagai yang terbaru?

Mu merupakan varian yang sebelumnya dikenal sebagai B1621 dan kali pertama diidentifikasi di Kolombia pada Januari lalu.

Sementara pada 30 Agustus 2021, WHO menetapkannya sebagai varian yang menarik karena beberapa mutasi terkait.

Mu membawa mutasi kunci, termasuk E484K, N501Y dan D614G yang telah dikaitkan dengan peningkatan penularan dan penurunan terhadap perlindungan kekebalan.

Menurut Buletin WHO yang diterbitkan pada pekan lalu, Mu telah menyebabkan beberapa wabah yang lebih besar di Amerika Selatan dan Eropa.

Sementara jumlah sekuens genetik yang diidentifikasi sebagai Mu telah turun di bawah 0,1 persen secara global.

"Mu mewakili 39 persen dari varian yang diurutkan di Kolombia dan 13 persen di Ekuador, tempat-tempat di mana prevalensinya 'mengalami peningkatan secara konsisten'," kata WHO.

Organisasi itu mengaku saat ini terus memantau Mu untuk melihat perubahannya di Amerika Selatan, terutama di daerah di mana varian ini bersirkulasi bersama dengan Delta.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved