Para Ilmuwan Terus Melacak Varian Baru Virus Covid-19, Begini Analisis soal Delta, Lamda, dan Mu

Beberapa mutasi bahkan 'telah melengkapi virus' dengan cara yang lebih baik untuk bisa menginfeksi manusia atau menghindari perlindungan vaksin.

Editor: Jaryanto
Kolase tribunstyle dan tribunnewsmaker
Ilustrasi. 

Kepala Unit Penyakit Baru WHO, Maria van Kerkhove mengatakan bahwa sirkulasi varian tersebut menurun secara global, namun perlu disoroti secara cermat.

Sementara itu, dalam konferensi pers pada pekan lalu, Kepala Penasihat Medis untuk Presiden AS Joe Biden, Dr Anthony Fauci mengatakan para pejabat AS saat ini sedang mengawasi varian itu.

Namun sejauh ini Mu tidak dianggap sebagai ancaman langsung bagi kesehatan warga AS.

Melihat banyaknya varian yang bermunculan, seharusnya mendorong banyak negara mendapatkan cakupan lebih banyak orang untuk divaksinasi.

Para ahli mengatakan bahwa program vaksinasi sangat penting, karena mayoritas orang yang tidak atau belum divaksinasi telah memberikan lebih banyak kesempatan bagi virus untuk bisa menyebar dan bermutasi menjadi varian baru.

Upaya vaksinasi harus ditingkatkan secara internasional untuk menjaga agar varian baru tidak muncul diantara populasi negara-negara miskin, di mana sangat sedikit orang yang telah diinokulasi.

Kendati demikian, vaksin Covid-19 saat ini diketahui hanya bisa mencegah munculnya gejala penyakit yang parah dan kematian, namun tidak untuk memblokir infeksi.

Hal itu karena virus masih mampu bereplikasi pada hidung bahkan diantara orang yang telah divaksinasi, yang kemudian dapat menularkan penyakit tersebut melalui tetesan kecil aerosol.

Menurut seorang Pengembang Vaksin di Mayo Clinic, Dr Gregory Poland, untuk mengalahkan SARS-CoV-2, dibutuhkan vaksin generasi baru yang juga dapat memblokir penularan.

Sebelum vaksin generasi baru itu muncul, Polandia dan para ahli lainnya mengatakan bahwa dunia akan tetap rentan terhadap munculnya varian baru Covid-19. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com berjudul "Selain Delta, Para Ilmuwan Sedang Amati Varian Baru Virus Penyebab Covid-19"

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved