Breaking News:

Berita Belitung

Sampel Lada Belitung Dikirim ke 5 Negara, Beli dari Petani Bisa Rp100 Ribu Per Kg Jika Tembus Ekspor

Konsultan Marketing Koperasi Kacang Butor Mula Samosir mengatakan terus mengupayakan agar lada Belitung bisa menembus pasar ekspor agar harganya naik.

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Eltjandring
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Lada atau dalam bahasa lokal disebut sahang yang telah dikemas oleh Koperasi Kacang Butor, Kamis (9/9/2021). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Konsultan Marketing Koperasi Kacang Butor Mula Samosir mengatakan pihaknya terus mengupayakan agar lada Belitung bisa menembus pasar ekspor agar harga lada bisa terus meningkat.

Beberapa tahun terakhir, harga lada sangat riskan yakni hanya berkisar Rp40.000-Rp55.000 per kilogram. Namun jika mampu menembus pasar ekspor maka harga beli dari petani sampai Rp100.000.

"Kalau sudah masuk pasar ekspor, maka harganya kurs dolar, sehingga harga beli ke petani bisa standarnya Rp90.000-Rp100 ribu," katanya, Kamis (9/9/2021).

Harga lada yang rendah, katanya, membuat petani kesulitan mengembangkan usaha perkebunan. Maka koperasi di Desa Kacang Butor, Kecamatan Badau mulai membeli lada petani sekitar, lalu mencari buyer atau pembeli di Jakarta.

Pada Oktober 2020 lalu, pengiriman lada ke Jakarta rutin dilakukan. Hingga dalam waktu hampir setahun ini, sudah ada sekitar 50 ton lada yang dijual, termasuk pengiriman hari ini sebanyak enam ton ke satu perusahaan di luar Belitung.

"Syukur harga lada sekarang sudah bisa dinikmati masyarakat, satu di antara upaya menaikkan harga lada ini sudah mencapai Rp88.000. Kami mengharapkan ini akan naik terus, caranya dengan memperluas pangsa pasar hingga Eropa melalui kerjasama dengan pemerintah pusat dan investor," jelasnya.

Sebagai upaya menembus pasar ekspor, saat ini sampel lada Belitung sudah dikirim ke lima negara, Rusia, Kanada, China, Singapura, dan Malaysia.

Produksi lada di koperasi plasma Kacang Butor, Desa Kacang Butor, Kecamatan Badau, Tanjungpandan, Belitung, Kamis (9/9/2021) sudah memiliki omzet Rp 6,5 miliar.
Produksi lada di koperasi plasma Kacang Butor, Desa Kacang Butor, Kecamatan Badau, Tanjungpandan, Belitung, Kamis (9/9/2021) sudah memiliki omzet Rp 6,5 miliar. (Pos Belitung/Disa Aryandi)

"Memang tidak mudah, perlu pemikiran, perjuangan, negosiasi, dan kolaborasi, ini yang saya lakukan bersama teman-teman koperasi yang memang kooperatif. Juga tidak terlepas dengan pihak lain yang berinisiasi membantu ke berbagai pihak," tuturnya.

(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved