Breaking News:

Jangan Diseduh lalu Diminum, Begini Cara Tepat Konsumsi Kental Manis sesuai Aturan BPOM

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) melarang penggunaan kental manis dengan cara diseduh atau diminum, sebagaimana minuman susu pada umumnya.

Penulis: tidakada008 | Editor: Jaryanto
Tribun pontianak
Ilustrasi kental manis. 

POSBELITUNG.CO - Penggunaan kental manis dengan cara diseduh atau diminum sebagaimana minuman susu pada umumnya tidak tepat.

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) bahkan telah melarang cara mengonsumsi seperti dimaksud.

Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan, BPOM Rita Endang mengatakan, cara konsumsi seperti itu merupakan kebiasaan yang salah di masyarakat dan harus diubah.

Ruta pun menegaskan, kental manis tidak bisa menggantikan air susu ibu (ASI). 

"Kental manis tidak cocok untuk bayi sampai 12 bulan dan tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya sumber gizi,' kata Rita belum lama ini.

Tipikal SKM, kata dia, adalah susu yang manis dan memang tidak untuk usia anak-anak di bawah 1 tahun.

"Sudah ada peringatannya, masyarakat yang memang berisiko terhadap kandungan gulanya seharusnya perlu mengoreksi diri," ujar Rita.

SKM seharusnya digunakan untuk topping bukan untuk diseduh dan diminum.

"Kami sudah menuangkan dalam regulasi peraturan badan POM nomor 31 tahun 2018 tentang label pangan olahan jadi memang ditegaskan pula bahwa penggunaan yang benar itu digunakan sebagai topping misalnya untuk martabak, campuran kopi, cokelat dan lain-lain," ungkapnya.

Roti Bakar Kayu Manis dengan Frisian Flag Kental Manis Full Cream Gold (Frisian Flag)
Roti bakar dipadu toping kental manis.

Larangan BPOM tehadap kental manis yang diseduh mendapat apresiasi dari Yayasan Abhipraya Insan Cendikia Indonesia (YAICI).

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Harian YAICI, Arif Hidayat. Menurut Arif, larangan kental manis atau SKM diseduh merupakan kemajuan, karena selama ini YAICI mengadvokasi dan meminta BPOM agar ada aturan bahwa kental manis bukan untuk diseduh, melainkan hanya sebagai toping makanan.

“Kami, YAICI berharap larangan ini bisa disosialisasikan kepada masyarakat terutama masyarakat yang selama ini menggap kental manis boleh diseduh,” ujar Arif.

Arif menambahkan, meskipun BPOM sudah mengeluarkan larangan, YAICI akan tetap memantau penerapan di lapangan,

“Jangan sampai larangan ini hanya sebatas larangan tanpa adanya sosialisasi kepada masyarakat, dan lebih penting lagi tindak tegas kepada produsen agar merevisi kegunaan kental manis,” katanya. (*)

Berita ini telah terbit di TRIBUNNEWS.COM berjudul "Bukan untuk Diseduh dan Diminum, Ini Cara Tepat Mengonsumsi Kental Manis"

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved