Breaking News:

Berita Belitung

Mahasiswa UBB Manfaatkan Daun Pelawan untuk Kembangkan Nanosilver

Mahasiswa UBB Ike Nur Amanah menjelaskan, nanosilver ini bersifat antibakteri yang membantu dalam berbagai masalah yang ditimbulkan oleh bakteri.

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Khamelia
IST/Dok Ike Nur Amanah
Tim mahasiswa UBB dari program studi kimia yang mengembangkan nanosilver berbahan daun pelawan. IST/Dok Ike Nur Amanah 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Bangka Belitung memiliki beragam tanaman endemik yang potensial untuk dikembangkan, satu di antaranya daun pelawan. Melalui kajian ilmiah, tim mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB) yang memperoleh Hibah Program Kreatifitas Mahasiswa Riset Eksakta dari Kemdikbudristek 2021 berhasil mengembangkan daun pelawan sebagai bahan pada riset nanosilver. 

Tim dari program studi Kimia ini beranggotakan Ike Nur Amanah, Della Puspita Indriyani dan Bana Prilia Muharomah serta didampingi oleh dosen pembimbing Verry Andre Fabiani. 

Mahasiswa UBB Ike Nur Amanah menjelaskan, nanosilver ini bersifat antibakteri yang membantu dalam berbagai masalah yang ditimbulkan oleh bakteri. Umumnya, nanosilver dimanfaatkan pada pembuatan produk-produk kesehatan. 

Maka, dia mengharapkan penelitian ini menjadi inovasi material berbahan baku tanaman lokal Bangka Belitung yang ke depan dapat menjadi alternatif dalam pengembangan produk-produk kesehatan lainnya.

"Berdasarkan penelitian sebelumnya, daun pelawan memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi karena mengandung senyawa kimia seperti flavonoid dan tanin. Senyawa tersebut diketahui dapat mengubah senyawa perak menjadi material nanopartikel perak yang biasa dikenal dengan nanosilver," katanya, Minggu (12/9/2021). 

"Kami awalnya telah melakukan riset nanosilver ini pada tahun 2019, namun karena hasilnya belum optimal maka kami usulkan kembali di tahun 2021 dan akhirnya didanai," imbuhnya.

Ia menjelaskan, pada penelitian sebelumnya, partikel tidak stabil dan cenderung berubah sehingga diperlukan modifikasi melalui senyawa kimia penstabil yaitu polivinil alkohol. Mereka pun kembali melakukan penelitian itu selama tiga bulan.

Selanjutnya, berdasarkan analisis yang dilakukan, karakteristik produk kali ini sudah sesuai harapan. Nanosilver memiliki ukuran partikel yang stabil, juga memiliki aktivitas antibakteri yang sangat kuat dibandingkan riset serupa pada tahun sebelumnya.

"Ukuran partikel yang semakin kecil menyebabkan aktivitas antibakterinya semakin baik," jelas Ike.

Ia menambahkan, penggunaan daun pelawan dalam pengembangan nanosilver memiliki kelebihan karena ramah lingkungan dan ekonomis, kandungan didalam daun pelawan juga sangat baik, karena senyawanya dapat menghambat pertumbuhan bakteri itu  

"Sementara, penggunaan bahan kimia dapat menimbulkan masalah lingkungan. Maka kami menggunakan green sintesis untuk mensintesis nanopartikelnya menggunakan daun pelawan. 

Daun pelawan juga banyak ditemukan di Bangka Belitung, kami memanfaatkan potensi lokal untuk mengembangkannya," ucapnya. 

Menurut dia, penelitian ini tentunya akan terus berkembang dimasa mendatang. Nantinya keseluruhan hasil penelitian ini juga akan dipublikasikan di jurnal dan forum seminar ilmiah. (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved