DPRD Belitung Minta Pemda Respons Cepat Persoalan BBM, Taufik: Selesaikan Benang Kusut Ini

Pihak DPRD Kabupaten Belitung meminta kepada pemerintah daerah agar segera menyikapi tentang kelangkaan bahan bakar minyak (BBM).

Penulis: Disa Aryandi | Editor: Jaryanto
POS BELITUNG/DISA ARYANDI
Pengendara mendorong motor yang kehabisan bahan bakar minyak (BBM) menuju SPBU Air Merbau, Jalan Sijuk, Tanjungpandan, Belitung, Senin (13/9/2021). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Pihak DPRD Kabupaten Belitung meminta kepada pemerintah daerah agar segera menyikapi tentang kelangkaan bahan bakar minyak ( BBM) jenis pertalite dan premium.

Kondisi yang terjadi beberapa hari belakangan ini sudah membuat masyarakat resah karena aktivitas mereka terganggu.

"Ini harus menjadi prioritas agar semua aktivitas masyarakat bisa berjalan baik dan kembali normal," kata Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Belitung Taufik Rizani kepada posbelitung.co, Senin (13/9/2021).

Di lapangan, lanjut politisi PDI Perjuangan ini, satu dari sekian aktivitas warga  yang terganggu adalah mereka yang akan mengikuti vaksinasi Covid-19.

Masyarakat yang menuju lokasi vaksinasi menggunakan kendaraan tetapi ketika hendak mengisi BBM tidak ada.

"Kami sudah membawa urusan kelangkaan BBM ini ke rapat paripurna," ucap Taufik.

Ia meminta kembali, agar pemerintah daerah serius menindaklanjuti persoalan kelangkaan BBM ini. 

Menurutnya, apabila terindikasi ada 'permainan' di SPBU tersebut, pihak-pihak terkait harus segera dipanggil agar persoalan ini tidak berlarut-larut.

"Kami minta juga kepada pemerintah daerah agar bersama-sama memanggil pihak Pertamina dan SPBU. Selesaikan benang kusut ini sehingga tidak berkelanjutan dan cepat di tindaklanjuti," ujar Taufik.

Stok aman

Stok dan distribusi berbagai jenis Bahan Bakar Minyak ( BBM) dari Pertamina Palembang menuju Pertamina Belitung hingga Senin (13/9/2021) masih normal.

Stok BBM termasuk di antaranya produk subsidi dan penugasan sudah disalurkan sesuai kuota yang telah ditetapkan Pemerintah setempat.

"Jadi untuk stok dan penyaluran BBM di Belitung dalam kondisi aman. Semua sudah sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan," kata PJS Area Manager Communication, Relation & CSR Sumbagsel PT Pertamina Agustina Mandayati kepada posbelitung.co, Senin (13/9/2021).

Setiap hari, kata dia, untuk penyaluran BBM ke SPBU - SPBU di Pulau Belitung, jenis premium 156 kilo liter (KL), pertalite 110 KL, dan Pertamax 12 KL.

Sedangkan dari jenis BBM tersebut, yang sekarang ini berstatus public service obligation (PSO) atau BBM subsidi, premium dan Biosolar.

"Itu termasuk penyaluran dari FT (Fuel Terminal) Tanjungpandan ke SPBU dan Pertashop sebagai lembaga penyalur resmi, semua dalam kondisi aman," jelasnya.

Disinggung mengenai apakah diperbolehkan pada pembelian BBM di SPBU menggunakan jeriken maupun tangki modifikasi berukuran besar, kata dia, dinilai sangat berbahaya dari sisi safety (keamanan).

"Tentunya bisa ditemukan, pertamina akan melakukan penindakan, jika ditemukan lembaga penyalur resmi Pertamina, seperti SPBU melakukan pelanggaran. Tapi di luar lembaga penyalur resmi, seperti pengecer bukan kewenangan Pertamina," bebernya. (posbelitung.co/disa aryandi)

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved